Guru yang dipecat gara-gara postingan facebook mereka
Kalau dulu ada istilah ‘mulutmu harimaumu’, untuk menjaga agar berhati-hati dalam mengatakan sesuatu hal, sekarang sepertinya istilah tersebut harus ditambah lagi. Sekarang sepertinya istilah ‘statusmu harimaumu’ juga bisa ditambahkan sebagai peringatan agar orang-orang tidak menulis hal-hal yang tidak baik di sosial media.
Kebanyakan orang tentu sudah tahu betul mengapa mereka harus waspada dalam menulis sesuatu di media sosial mereka meskipun dengan setting privat. Namun ternyata ada juga yang menulis atau memposting sesuatu tanpa berpikir panjang yang membuat mereka dipecat dari pekerjaannya.
Seperti kebanyakan anak ABG pada umumnya, Caitlin Davis tidak berpikir panjang saat memposting sesuatu lewat media sosial Facebook. Suatu ketika ia memposting sebuah foto dirinya yang sedang memegang spidol dan seorang remaja lain yang tertidur dengan tubuh penuh coretan spidol.
Mengeluh di sosial media sekarang ini sepertinya sudah menjadi hal yang biasa. Namun jika kamu mengeluh soal pekerjaanmu, lebih baik kamu lebih berhati-hati jika tidak ingin bernasib sama seperti seorang wanita bernama Lindsey.
Cameron Reilly merasa tidak dihargai oleh keluarga kerajaan, Kate Middleton dan Pangeran William ketika dua pasangan kerajaan ini melaju dengan mobilnya pada April 2011 lalu. Merasa kesal, Cameron Reilly kemudian melampiaskan kekesalannya lewat Facebook.
Dewan sekolah selalu memasang mata pada kegiatan online para guru. Christine Rubino dianggap ingin menenggelamkan murid kelas limanya sebelum ia menyebutkan bahwa ia benci dengan nyali dan sikap mereka. Sementara itu, Professor Gloria Gadsden membuat postingan bertanya dimana ia bisa menyewa pembunuh bayaran.
Dalam kasus lainnya, seorang guru seni, Chadwin Reynolds membuat komentar “ini seksi” pada foto salah satu muridnya yang ada di akun Facebook sebelum mencoba untuk mengajaknya kencan. Ketiga guru ini otomatis dipecat atas sikap mereka yang tidak pantas.
Para pramugari selalu identik dengan senyum yang ramah dan pelayanan yang menyenangkan. Tapi, ada banyak hal lain di balik itu semua. Setidaknya bagi para pramugari Virgin Airlines. Tahun 2008, perusahaan penerbangan ini mendapati 13 kru penerbangan menggunakan Facebook sebagai tempat untuk menghina para penumpang dan mengkritik standard keamanan perusahaan.
Kevin Colvin mengirimkan email ke bank tempat ia magang pada November 2007. Ia meminta ijin dengan alasan ada masalah keluarga yang cukup penting yang harus ia lakukan. Meski begitu, ternyata ia menghadiri sebuah pesta Halloween.
Meskipun contoh-contoh yang disebutkan tadi berasal dari luar negeri, tapi di Indonesia beberapa kali juga sering muncul masalah gara-gara status Facebook. Jadi, apa kamu masih mau memposting sembarangan tanpa pikir panjang?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…