Kalau di Indonesia, hukuman bagi para pencuri itu kalau tidak dipukuli ya diarak dengan keadaan telanjang. Semua itu bertujuan agar si pencuri sendiri jera melakukan perbuatannya. Meskipun begitu, faktanya malah makin marak pencurian terjadi. Entah karena memang nekat, atau sudah tidak takut dengan hukuman seperti itu.
Namun di salah satu daerah ini, ada hukuman yang bikin para pencuri kapok. Pasalnya mereka bakal disuruh untuk berendam di kotoran manusia. Bahkan ada yang sampai disuruh memakannya loh. Jijik sekali ya kalau dibayangkan. Jadi daerah mana yang punya hukuman macam itu? Dan berhasilkah bikin pencuri jera? Simak ulasannya berikut.
Tepatnya di desa Gulin di Tiongkok, ada sebuah hukuman unik bagi para pencuri di sana. Alih-alih diarak atau dipukuli seperti yang ada di Indonesia, di desa itu seorang yang kedapatan mencuri mendapatkan hukuman berendam di tempat pembuangan kotoran. Hukuman seperti ini sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu ketika seorang kedapatan mencuri.
Para warga merasa sangat geram karena banyak pencuri yang tidak kapok-kapok. Meskipun dibawa ke kantor polisi, ternyata hasilnya sama saja, mereka tidak jera. Namun jika disiksa secara fisik, maka hal itu tidak akan manusiawi. Oleh sebab itu, para warga memilih hukuman nyeleneh ini agar para pencuri itu bisa jera. Namun ternyata, pemikiran para warga ini terbukti lumayan berhasil.
Ternyata ada lagi sebuah hukuman yang tak kalah menjijikkan dengan yang di Tiongkok. Tepatnya di salah satu desa di Malaysia, bagi mereka yang kedapatan mencuri sapi bakal menyesal seumur hidup. Pasalnya para pencuri ini bakal dihukum untuk memakan kotoran sapi beberapa kantung kresek.
Mengingat tingkat korupsi yang ada di Indonesia ini, para pelakunya seolah tidak pernah jerah mencuri uang rakyat. Kalau dihukum penjara seolah terlalu enteng, sedangkan bila dieksekusi malah terkesan tidak manusiawi. Lalu kenapa tidak diterapkan hukuman seperti itu saja. Sudah terbukti bukan para pencuri itu sudah sangat jera dengan perbuatannya.
Wah kalau hukuman seperti ini diterapkan di Indonesia bagaimana ya? Kalau melihat dari praktiknya sih sepertinya lumayan berhasil. Namun yang jelas sebelum itu kita harus mematuhi hukum yang berlaku. Kalau hukuman macam di atas sih, bisa jadi sebagai pertimbangan atau tambahan saja.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…