gen aneh
Pernahkah Anda membayangkan hidup dengan kelainan genetis yang parah pada tubuh. Misal tubuh anda mengalami yang namanya Xeroderma Pigementosum yang menyebabkan Anda hanya bisa keluar saat matahari terbenam saja. Terkena matahari sama halnya bunuh diri karena kulit akan melepuh. Anda mungkin akan merasa tidak adil karena memiliki penyakit seperti ini sementara yang lain tidak.
Baca Juga :5 Fakta Hebat Karambit, Pisau Mematikan Asli Indonesia yang Pamornya Mendunia
Well, sekarang kalau dibalik begini. Jika mayoritas penduduk di suatu desa mengalami gangguan yang sama. Apakah kelainan gen itu masih dianggap sebagai sebuah ketidakadilan? Hmm, coba simak desa mana saja yang mayoritas penduduknya mengalami kelainan gen yang cukup parah.
Desa Araras terletak di sebelah tengah agak ke barat dari Brasil. Berbeda dengan penduduk lain yang menyukai pantai dan matahari. Banyak penduduk di desa ini yang membenci matahari karena membuat tubuhnya akan melepuh, meleleh hingga mengakibatkan tumor tumbuh dan menggerogoti tubuh. Setidaknya 20 dari 800 orang penduduk mengalami Xeroderma Pigmentosum atau XP. Banyaknya populasi penderita XP membuat desa ini memegang rekor sebagai penderita terbanyak.
Desa Antioquia terletak di dataran tinggi Kolombia. Berbeda dengan kebanyakan pasien Alzheimer yang merupakan orang yang sudah berusia lanjut. Di kawasan ini justru remaja belasan tahun sudah mengalami alzheimer di usia yang cukup muda. Akhirnya, orang tua dengan sangat terpaksa merawat mereka setiap hari sampai ajal akhirnya menjemput.
Sejak lahir, orang tua bisa mengetahui jenis kelamin anaknya apakah pria atau pun wanita. Sayangnya, di desa bernama Salinas, Republik Dominika, ada banyak anak laki-laki yang dibesarkan seperti perempuan saat kecil. Yang menyebabkan hal ini adalah mereka tidak memiliki organ kelamin pria. Organ itu baru akan muncul saat usianya sudah 12 tahun atau memasuki masa puber.
Barangkali Anda belum pernah mendengar jika di Bali ada sebuah desa bernama Bengkala. Desa ini memiliki banyak sekali penduduk yang mengalami gangguan untuk berbicara atau pun mendengar gangguan ini terjadi akibat adanya gen bernama DFNB3 yang konon telah ada sejak tujuh turunan ke belakang. Meski terbukti secara ilmiah, penduduk setempat meyakini bahwa banyaknya penduduk difabel terjadi akibat kutukan.
Yangsi adalah sebuah desa terpencil yang terletak di kawasan Shicuan, Tiongkok. Di desa ini, nyaris separuh penduduknya mengalami gejala tumbuh tidak maksimal atau cebol. Setidaknya 36 dari 80 penduduk memiliki panjang tubuh di bawah 120 cm. Di dunia medik dan genetika, seharusnya 1 dari 20.000 akan mengalami kelainan ini. Apa yang terjadi di desa ini benar-benar tak masuk akal.
Baca Juga :5 Alutsista Baru Milik TNI ini Membuat Indonesia Terlihat Lebih Ganas
Inilah lima desa dengan penduduk banyak mengalami kelainan gen yang cukup parah. Kelainan ini sebagian besar mengganggu kehidupan penduduk meski mereka menganggapnya sebagai hal yang wajar. Benar-benar miris!
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…