Di hampir setiap serial yang ada di televisi, biasanya akan selalu ada karakter cupu yang dijadikan bahan guyonan. Terkadang bahkan ada juga yang menggunakan sosok cupu sebagai karakter utamanya. Seolah-olah sosok yang cupu seperti ini adalah seseorang yang lemah, penyendiri, terobsesi terhadap film, game atau buku dan tidak bisa apa-apa.
Jangan salah, kenyataannya ada juga beberapa orang yang dianggap cupu dan nerd yang ternyata juga mampu melakukan hal-hal yang mengerikan tanpa peringatan atau tanda-tanda sedikitpun. Berikut ini beberapa kasus ketika seseorang yang dianggap tidak berbahaya ternyata mampu menjadi pembunuh brutal.
Tsutomu Miyazaki adalah seorang pria muda bermasalah yang memiliki perpustakaan video pribadi yang terdiri dari 5.763 judul. Kebanyakan dari koleksi videonya adalah cerita horor tentang kekerasan dan film-film porno. Ia dikenal sebagai seorang otaku, sebuah subkultur yang di Jepang mendapatkan kesan buruk karena para pengikutnya begitu terobsesi dengan sesuatu hal sehingga ia terpisah dari realita dan masyarakat. Hal ini juga yang membuat pria ini disebut sebagai “Otaku Killer”.
Miyazaki menculik gadis kecil, membunuh mereka, melecehkan atau memperkosa mayat mereka, kamudian membuang mayatnya hingga membusuk di area yang sepi. Terkadang ia juga memutilasi tubuh mereka dan mengirimkan sebagian anggota tubuh ke keluarga korban dan meneror mereka. Ia juga melakukan aksi kanibalisme dengan meminum darah korbannya.
“Tidak banyak yang bisa dikatakan tentang mereka. Aku senang karena menurutku aku melakukan hal yang baik,” ucar Miyazaki ketika ditanya tentang korbannya. Ayah Miyazaki bunuh diri melihat apa yang telah diperbuat anaknya. Beberapa saat sebelum ia digantung pada tahun 2008, ia mengatakan kalimat terakhirnya pada psikolog yang ditunjuk oleh pengadilan. Kalimat terakhirnya adalah: “Tolong katakan pada dunia bahwa aku adalah pria yang lembut”
Tomohiro Kato adalah seorang pria berusia 25 tahun yang dibesarkan oleh ibu yang suka mendominasi. Kato sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri hingga 2 kali, sebuah tindakan yang dilakukan oleh 40 persen pembunuh membabi buta sebelum mereka melakukan kejahatan terakhirny ini. Apakah benar Kato melakukan pembunuhan ini sebagai bentuk untuk mencoba melakukan bunuh diri, yang jelas Kato merencanakan kejahatannya ini dengan matang.
Dalam persidangan, ditemukan bahwa Kato ternyata terobsesi dengan situs chatting dan percakapan di internet. Ia menjelaskan bahwa dirinya benar-benar ingin menghentikan penganiayaan di papan buletin internet yang ia gunakan. Kato dihukum mati ada tahun 2011.
Pada 10 September 1995, Lisa Manderach memutuskan untuk menghabiskan hari minggunya untuk berbelanja dengan putrinya yang berusia 19 bulan, Devon. Namun sayangnya keduanya tidak pernah kembali setelah terakhir kali terlihat di sebuah toko bernama Your Kidz & Mine milik keluarga Fairley.
Polisi memutuskan untuk melakukan investigasi terhadap Caleb Fairley, pria 21 tahun yang saat kejadian hilangnya ibu dan anak ini sendirian menjaga toko, Ketika diinterogasi, ia terlihat memakai makeup di wajahnya. Polisi kemudian menemukan bekas cakaran di wajahnya yang membuat polisi meyakini bahwa Lisa Manderach kemungkinan berusaha melawan saat diserang oleh Caleb. Caleb mengakui perbuatannya dan menunjukkan tempat ia membuang mayat Lisa Manderach yang telanjang.
Film Queen of the Damned yang dirilis pada tahun 2002 mendapatkan begitu banyak kritik buruk dan dianggap sebagai suatu kesalahan. Meski begitu, seorang pria asal Skotlandia sangat menghargai dan begitu tergila-gila dengan film ini. Bahkan, ia mengaku bahwa film inilah yang membuatnya melakukan pembunuhan.
Menurutnya, di bawah mantra Akasha, Menzies menggunakan palu, pisau bowie dan pisau dapur untuk membunuh McKendrick. Menzies divonis penjara seumur hidup pada tahun 2003. Namun ia kemudian bunuh diri pada November 2004.
Ashlee Martinson ditangkap karena telah membunuh ibu kandung dan ayah tirinya. Martinson adalah seorang blogger bertema goth dan horor bernama Nightmare dan menggunakan nama VampChick. Ia memiliki ketertarikan yang begitu mendalam pada subkultur goth, serta film-film horor.
Mendengar suara tembakan, Jennifer berlari kearah suara dan Martinson menyerangnya dengan pisau. Selanjutnya, ia mengunci tiga saudarinya berusia antara 2 hingga 9 tahun di kamar dengan makanan dan jus. Ia sendiri kemudian melarikan diri namun berhasil ditangkap setelah adiknya yang berusia 9 tahun menghubungi 911.
Eric Sesler terkenal dengan akun YouTubenya yang bernama Mr.Anime yang fokus pada review anime. Ternyata selain berjam-jam nonton film Anima, ia juga mempelajari lebih jauh tentang penembakan massal. Ia juga terus tenggelam dalam kegiatan kriminal termasuk melakukan pembakaran, membunuh binatang, serta menembaki gedung kosong.
Ketika polisi memasuki rumah keluarga Sesler, polisi menemukan tulisan di dinding, “I love my mom, dad and brother” (aku mencintai ibu, ayah, dan saudaraku) dan “God forgive me, because I cannot forgive myself” (Tuhan, maafkan aku, karena aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri). Trey Eric Sesler dihukum seumur hidup untuk kejahatannya ini.
Gary digambarkan sebagai seseorang yang cupu dan penyendiri oleh teman-temannya karena kecerdasannya dan hobinya membaca sendirian. Namun sebenarnya, Gary adalah seorang remaja yang bermasalah. Apalagi ketika ia akhirnya menembak guru bahasa Inggrisnya hingga tewas pada 18 Januari 1993.
Banyak media kemudian menunjukkan kemiripan apa yang dilakukan Gary dengan Charlie Decker, penembak fiksi dalam novel karya Stephen King tahun 1977 yang berjudul Rage. Karena banyaknya perhatian media yang negatif tentang novel ini dan banyaknya situasi penembakan di sekolah, Stephen King akhirnya menarik novel Rage di manapun dan berjanji bahwa novel ini tidak akan pernah dicetak lagi.
Permainan Dungeons & Dragons pernah menyebabkan kepanikan moral. Apalagi setelah remaja 16 tahun, James Dallas Egbert III menghilang di terowongan uap kampusnya, Michigan State University pada tahun 1979. Banyak orang berkata bahwa Egbert yang pemalu masuk ke terowongan itu untuk bermain Dungeons & Dragons versi live action. Tapi kenyataannya, ia masuk ke terowongan tersebut untuk bunuh diri. Setelah ditemukan, ia kembali mencoba beberapa kali bunuh diri sebelum akhirnya meninggal karena luka tembak yang ia buat sendiri pada tahun 1980.
Kimveer Gill adalah seorang remaja 20an yang terobsesi dengan konspirasi 9/11, invasi Amerika atas Irak, music heavy metal dan subkultur goth serta pembunuhan masal Columbine. Namun obsesi terbesarnya adalah senjata.
Dalam mencari motif, investigator menemukan bahwa Gill secara rutin memposting tulisan di VampireFreaks.com dengan nama fatality666 yang menghina pekerjaan dan sekolah serta mengunggulkan hal-hal yang berbau penembakan dan kematian. Ia juga menuliskan rencananya melakukan penyerangan dan hal ini menimbulkan kritik di website tersebut.
Joseph Hunter Parker menyerang sebuah supermarket di California dengan menggunakan pedang katana. Ia menyerang dengan membabi buta dan menewaska 2 mantan rekan kerjanya dan melukai lebih dari 3 orang sebelumpolisi menembaknya hingga tewas. Parker memang terkenal dengan perilakunya yang aneh, namun dianggap tidak berbahaya.
Kita tidak pernah tahu apa yang ada di dalam pikiran orang lain. Bahkan orang-orang yang dianggap tidak berbahaya juga ternyata mampu melakukan kejahatan mengerikan.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…