Kasus penculikan anak sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Hal ini membuat orangtua atau kita yang punya kerabat berusia di bawah belasan tahun ketakutan sendiri. Sebab, kita tidak bisa yang namanya selalu mengawasi selama 24 jam penuh. Sehingga, harus ada yang melindungi atau memberikan nasihat penting kepada anak tersebut supaya terhindar dari penculikan.
Tapi, sayangnya hal tersebut juga tidak cukup untuk mencegah saudara atau anak kita dari para penjahat. Karena, saat ini pelaku kejahatan bisa menjelma menjadi orang yang sangat baik dan dapat mengelabuhi sang anak. Maka dari itu, kali ini Boombastis.com akan memberikan ciri-ciri dari para penculik supaya sang anak lolos dari kejahatan mengerikan tersebut.
Salah satu trik yang sering digunakan oleh para penculik adalah dengan berpura-pura minta tolong kepada anak-anak. Ia akan menyuruh anak-anak yang tidak dalam keadaan pengawasan untuk segera menolongnya. Teknik minta tolongnya pun bermacam-macam, ada yang menyuruh membawakan barang belanjaan dan bisa juga merayu anak untuk membukakan mobilnya. Trik-trik ini masih digunakan oleh para pelaku, karena mereka merasa kalau anak-anak sangat mudah untuk dikelabuhi dengan cara seperti ini.
Tempat bermain anak-anak merupakan salah satu kawasan yang menjadi sasaran dari para pelaku penculikan lho. Jadi, tak heran jika kita banyak mendengar tentang berita anak-anak hilang di area bermain. Padahal, di tempat tersebut, orangtua juga menjaga anak-anaknya. Namun, apa daya jika terkadang orangtua bisa lengah untuk mengawasi anaknya sendiri.
Anak kecil pasti suka diberi makanan atau mainan dalam bentuk apapun itu. Nah, hal inilah yang membuat para penculik melancarkan aksinya dengan cara memberi barang-barang kesukaan dari anak-anak. Dengan begitu, mereka merasa lebih mudah untuk mendapatkan perhatian sang anak. Jadi, hal inilah yang perlu kita tegaskan kepada sang anak supaya tidak mudah terpengaruh dengan iming-iming barang atau makanan dari orang asing.
Hal yang satu ini agak sulit untuk diprediksi lho Sahabat Boom. Sebab, penculik satu ini mempunyai banyak informasi tentang anak yang ingin diculiknya. Ia mungkin sudah mengikuti anak tersebut dari waktu yang lama. Atau bisa juga pelaku tersebut mencari tahu dari sosial media yang dimiliki oleh sang anak. Sehingga, ia bisa mengetahui semua informasi mulai dari hal besar sampai yang remeh sekalipun. Hal ini ia lakukan supaya dirinya bisa mengaku sebagai saudara atau kerabat dari orangtua anak tersebut.
Zaman sekarang, baju dinas polisi, tentara dan lain sebagainya banyak dijual bebas di pasaran. Nah, para pelaku kejahatan mengambil kesempatan ini dengan memakai pakaian dinas polisi untuk menculik anak-anak. Biasanya, penculik seperti ini akan mencari sasaran anak-anak putus sekolah yang berada di pinggir jalan. Dengan begitu, kedok mereka tidak akan terlihat dan dicurigai oleh siapapun.
Itulah beberapa modus yang digunakan para penculik anak untuk melancarkan aksinya. Bisa disimpulkan, kalau para penculik akan melakukan apa saja demi untuk mendapatkan perhatian dari sang anak. Jadi, sebisa mungkin kita juga harus memberikan pengertian kepada saudara atau anak yang berusia di bawah belasan tahun jika jangan berbicara terhadap orang asing. Sebab, banyak orang di luar sana yang bisa mengancam keselamatan dari sang anak. Semoga artikel ini bisa bermanfaat ya..
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…