Memang benar, kalau melakukan kesalahan itu tidak pernah terasa berat pada awalnya. Tapi risikonya sangatlah besar ketika harus mempertanggungjawabkannya. Seperti contohnya orang-orang yang melakukan korupsi tapi akhirnya mereka kabur dari permasalahannya. Sehingga membuat mereka menjadi buronan para polisi. Ada yang bertahun-tahun tidak ditemukan, tapi banyak juga yang menyerahkan diri.
Upaya menyerahkan diri kepada pihak berwajib bukan perkara gampang. Butuh mental yang kuat untuk melakukannya dan berani malu ketika menjadi bahan olokan semua orang. Seperti beberapa orang di bawah ini yang berani menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.
Gathot Harsono yang dahulu menjadi Senior Vice President Pertamina menjadi tersangka pidana korupsi. Korupsi yang dilakukan berupa pelepasan aset Pertamina berupa lahan di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Luasnya pun juga enggak tanggung-tanggung yaitu sekitar 1088 meter persegi. Pria tersebut ternyata sudah lama menjadi buronan kepolisian dari enam bulan yang lalu. Tapi Gathot baru menyerahkan diri pada tanggal 21 Februari 2018 kemarin.
Masih ingat dengan kejadian Diskotek MG? Ya, tempat hiburan malam tersebut digerebek oleh kepolisian karena terbukti menjadi pabrik pembuat sabu model terbaru beberapa bulan lalu. Karena kejadian tersebut, banyak orang yang dijadikan tersangka oleh kepolisian. Salah satunya adalah Koordinator Lapangan Laboraturium sabu cair yang bernama Syamsul Anwari alias Awang.
Di tanggal 31 Januari 2018, terdapat kasus pengeroyokan di Kampung Waibron kawasan Sentani Barat. Peristiwa tersebut mengakibatkan orang yang bernama Hengky Daimon langsung meninggal dunia di tempat. Ternyata ada otak di balik kasus pengeroyokan tersebut yaitu orang yang berinisial KW. Namun, ketika dicari-cari oleh pihak kepolisian, tidak ada tanda-tanda munculnya KW.
Buronan yang dicari oleh pihak kepolisian Semarang akhirnya menyerahkan diri juga. Orang yang berinisial AM ini mengaku hidupnya tak tenang setelah berbuat kejahatan yang seharusnya tidak ia lakukan. Dia bersama dua orang temannya telah mencuri sapi yang berjenis Limosin dengan harga berkisar Rp25 juta.
Sudah menewaskan orang, terus melarikan diri itu pasti hatinya udah enggak tenang sama sekali. Sama seperti dengan jurumudi speed boat satu ini yang telah menewaskan 13 penumpangnya. Sebenarnya, hal itu tidak sengaja dilakukan karena kapal tiba-tiba pecah lalu dihantam oleh ombak besar yang mengakibatkan semuanya tenggelam kecuali dirinya.
Melihat keberanian mereka untuk mempertanggungjawabkan kesalahan masing-masing merupakan tamparan pedas bagi kita semua. Kita harus bisa seperti mereka yang tidak ragu untuk menyerahkan diri kepada polisi sebagai bentuk pembayaran kesalahan. Jadi sebisa mungkin setelah kita melakukan kekeliruan kepada orang lain harus segera minta maaf ya Sahabat Boom.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…