Meskipun hanya berwujud fisik lembar-lembar yang dijilid, buku itu punya kekuatan melebihi tampilan remehnya. Ya, lewat buku banyak hal gila bisa terjadi. Misalnya Mein Kampf yang jadi inspirasi Hitler dalam melakukan segala kejahatannya, atau mungkin buku Merah Kecil-nya Mao Zedong yang jadi bukti superioritas si Bapak Tiongkok itu. Buku mungkin remeh, tapi ketika ia ditulisi hal-hal yang gila, maka dampaknya pun takkan jauh dari itu.
Buku ibarat pedang, ia bisa digunakan untuk hal-hal yang baik tapi juga bisa sebaliknya. Soal buku bisa mengajarkan kejelekan, hal itu bukanlah isapan jempol belaka. Di dunia ini memang ada buku seperti itu. Mulai dari yang mengajarkan kejahatan, bunuh diri, bahkan jadi inspirasi untuk melakukan hal-hal amoral.
Masih tentang buku yang mengajarkan hal-hal gila, berikut adalah buku-buku paling amoral di dunia yang mungkin sebaiknya tidak dibaca.
Buku yang menceritakan perjalanan seorang raja ini dikatakan sebagai salah satu karya terbaik di dunia. Bahkan sudah tak terhitung berapa kali didramakan dalam sebuah pagelaran. Padahal kalau dilihat dari kontennya, Oedipus the King isinya adalah hal-hal yang sangat amoral.
Macbeth sendiri sebenarnya bukanlah sebuah buku, melainkan kumpulan dari naskah drama karya Wiliam Shakespeare. Namun, pada akhirnya banyak yang mengemas buku ini jadi bentuk jilidan dan dijual bebas. Nah, sayangnya, meskipun ditulis oleh seorang maestro, Macbeth sendiri benar-benar parah isinya.
Banyak orang yang memuja-muja novel satu ini gara-gara ceritanya yang apik dan juga penyampaian si penulis yang sangar. Namun, orang-orang lupa kalau kontennya sendiri sangatlah amoral, tidak mendidik, dan memberi contoh jelek.
Konspirasi, pembunuhan, pernikahan sesama saudara, perselingkuhan, pengkhianatan, ya, inilah apa yang akan kamu temui dalam buku ini. Setiap buku harusnya punya sesuatu yang baik untuk disimpulkan, apalagi novel sekelas One Hundred Years of Solitude yang sangat mendunia. Sayangnya, hal tersebut takkan ditemui di sini.
Buku-buku ini masuk dalam deretan karya terbaik dunia. Secara seni dan estetika mungkin iya, namun sayangnya buku ini tidak benar-benar memiliki esensi yang baik. Pelajaran baik yang ingin disampaikan tertutupi oleh parah dan amoralnya cerita. Los Angeles Times pernah mengatakan kalau buku-buku ini sangat tidak layak untuk dikonsumsi.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…