Meskipun hanya lewat berita, kita sudah tahu betul kegilaan apa saja yang pernah dilakukan oleh ISIS. Entah itu ketika mereka menggorok para wartawan yang tak bersalah, melempar gay dari atas gedung, atau bahkan memasak tentaranya sendiri. Dengan semua kengerian ini, kita tentu sangat sepakat melabeli ISIS dengan kata KEJI, atau bahkan BIADAB, yang sepertinya juga tak pernah bisa jadi kata yang pas.
ISIS kejam adalah fakta, tapi rupanya mereka tak benar-benar kejam secara mutlak. Ada sisi manusiawi di mana mereka ternyata memberlakukan para budak wanita dengan sangat baik. Ya, beberapa waktu lalu pasukan AS berhasil menerjang salah satu basis ISIS dan menemukan sebuah dokumen yang berisi deretan aturan-aturan mereka soal budak wanita. Yang mengejutkan, ternyata isinya sangat lain dengan stigma ISIS selama ini. Mereka memberlakukan aturan yang sangat menghormati wanita.
Memang agak susah dipercaya, tapi dokumen yang ditemukan pasukan AS itu memang begitu adanya. Lalu, aturan baik macam apa saja yang diberlakukan ISIS kepada para budak wanitanya? Ketahui hal tersebut lewat ulasan berikut.
Melihat kekejaman yang dilakukan oleh anggota ISIS, mungkin kita akan tertawa membaca ini. Bagaimana tidak, tentara sendiri saja direbus, bagaimana mungkin mereka bisa melakukan hal-hal lembut kepada budak wanitanya. Tapi, bagaimana pun juga tertulis sangat jelas di dokumen yang ditemukan, jika para anggota ISIS memang harus melakukan hal itu.
Selain kewajiban berbuat baik, salah satu aturan lain yang bisa dibilang sangat manusiawi adalah larangan untuk bercinta dengan budak sekaligus anak putrinya. Harus memilih salah satunya. Jika si pemilik memilih ibu, maka putrinya tak boleh disentuhnya sama sekali. Begitu pula sebaliknya.
ISIS mungkin sangat barbar di mata kita, tapi mereka ternyata memberlakukan aturan yang benar dan baik soal berhubungan dengan wanita. Ya, masih dalam dokumen yang sama, di sana juga tertulis jika para anggota ISIS sangat dilarang mengajak budaknya bermalam jika ia tengah kedapatan haid. Memaksa sang budak dalam kondisi seperti ini bisa berbuah hukuman.
Para budak wanita ISIS bisa diperlakukan seperti apa pun, kurang lebih sama seperti seorang istri. Makanya, para pemilik pun tak masalah jika sampai harus menghamili budaknya. Namun jika hal tersebut sampai terjadi, maka seorang budak akan mendapatkan posisi yang lebih baik.
Masih soal kehamilan budak, tertulis pula di dalam dokumen jika si pemilik haram hukumnya untuk memaksa melakukan aborsi. Kewajiban pemilik saat budaknya hamil adalah menjaga dan melindunginya. Bahkan dikatakan pula jika kehamilannya sudah memasuki usia tua, pemilik dilarang tidur bersama budaknya.
Macam beginilah aturan yang diberlakukan ISIS soal hubungan majikan dan budak wanitanya. Bukan bermaksud untuk mendukung, tapi jika ditelaah hukum ini sangat manusiawi dan mementingkan wanita. Namun, meskipun hukum yang dibuat cukup bagus, kita tak pernah tahu realisasinya seperti apa. Mungkinkah ISIS benar-benar menjalankan aturan ini ataukah hanya sebagai pemanis saja.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…