Setiap pemilihan pemimpin, pasti ada yang menang dan juga kalah. Untuk yang menang ya bersyukur, sedangkan yang kalah diharap untuk bersabar dan menerimanya dengan lapang dada. Tapi sayangnya, hal seperti ini tak berlaku bagi beberapa warga di Desa Rejosari, Wonosobo. Sebab, mereka tak terima jika calon kepala desa dukungannya tak menang saat penghtungan suara.
Mereka melampiaskan kekesalannya bukan dengan cara berdemo seperti pada umumnya. Melainkan menutup sebagian jalan desa dengan membangun tembok setinggi dua meter. Parahnya lagi, di bagian atas tembok terdapat pecahan kaca sehingga tidak akan ada yang bisa melewatinya. Wah, parah enggak tuh?
BACA JUGA : Rumah Terkepung Tembok Tetangga, Sang Pemilik Pilih Angkat Kaki dari Sana
Ya meskipun para warga yang dirugikan berhak membawa kasus ini ke meja hijau, tapi alangkah lebih baiknya untuk tidak buru-buru melakukannya. Ada baiknya untuk memusyawarahkan dengan orang-orang yang membangun tembok tersebut. Bisa jadi jika si pembangun tembok diajak berdiskusi dengan baik, mereka bersedia merobohkannya.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…