Koes Plus. Nama satu ini mungkin hanya beberapa kali didengar oleh anak muda zaman sekarang. Tapi nama ini begitu melegenda dan sayang untuk dilupakan oleh mereka yang lahir di masa orde lama.
Koes Plus merupakan nama band dari era 50an hingga 90an. Di masa jayanya, lagu-lagu ciptaannya begitu menjamur. Genre musik dan gaya para personilnya bahkan menjadi kiblat band-band lainnya di masa itu. Nah, sebenarnya siapakah Koes Plus itu? Yuk, kita simak sepak terjang mereka dari awal kemunculannya hingga kini.
Pak Koeswoyo punya 9 putra putri yang salah satunya telah meninggal dan 4 di antaranya adalah pecinta musik. Dipelopori Tony Koeswoyo yang mahir dengan aneka jenis alat musik, ketiga adiknya yaitu Yon dan Yok Koeswoyo, serta yang hobi berpetualang Nomo Koeswoyo malah ikutan bermain musik. Dari sinilah 4 bersaudara ini membentuk Koes Brother’s, cikal bakal Koes Plus.
Setelah lama bernyanyi dari panggung ke panggung dan mengamen, tahun 1962 atas ide dari sang kakak, Tony Koeswoyo, Koes Brother’s mencoba peruntungan di dapur rekaman. Kesempatan itu akhirnya diperoleh band kakak beradik ini melalui label Irama. Tak hanya bersedia mengurus perekaman lagu-lagu Koes Brother’s, Irama juga mengganti nama band mereka dengan Koes Bersaudara, serta menambahkan Jon Koeswoyo di posisi bass.
Meski tidak berjalan mulus di rekaman perdana mereka, tapi pada akhirnya Koes Bersaudara mampu menerbitkan 1 album yang berisi 12 lagu pada tahun 1963. Bis Sekolah, Senja, dan Telaga Sunyi adalah beberapa lagu dari album ini yang hits kala itu.
Sekitar tahun 1965, Tony, Yon, dan Yok yang kemudian disusul Nomo harus merasakan dinginnya dinding penjara. Mereka ditangkap karena sering memainkan lagu-lagu The Beatles yang dianggap sebagai lagu ‘ngak-ngek-ngok’ (lagu barat) oleh pemerintahan Soekarno. Presiden Soekarno menganggap lagu ‘ngak-ngek-ngok’ sangat meracuni kaum muda kala itu.
Tak selamanya band berjalan mulus, adakalanya gesekan-gesekan dan perbedaan-perbedaan kecil menjadikan suatu band berubah. Begitu pun dengan Koes Bersaudara. Nomo sang drummer memiliki pekerjaan sampingan selain bermain band dengan saudara-saudaranya. Hal ini bertolak dengan sang kakak, Tony yang ingin adiknya tersebut berkonsentrasi pada salah satu bidang saja. Nomo pun harus memilih antara band bersama saudara-saudaranya atau pekerjaannya sebagai pengusaha.
Nah, ada fakta yang belum banyak diketahui publik. Totok A.R memiliki nama asli Adji Kartono, huruf A.R dibelakang namanya adalah singkatan dari nama ayah Adji yaitu Adji Rahman. Jika kita kembali membuka artikel tentang Dara Puspita, kita akan menemukan 2 personilnya yang punya nama belakang A.R yaitu Titiek A.R dan Lies A.R. Yup, kedua personil Dara Puspita ini adalah kakak kandung dari Totok A.R.
Lepas dari nama Koes Bersaudara, ternyata Koes Plus tak berhasil mengambil simpati masyarakat Indonesia atas lagu-lagu mereka yang terekam apik di album volume 1 dan 2. Terbukti dengan ditolaknya piringan hitam album pertama mereka di beberapa toko kaset. Mereka juga harus mengalami sakitnya lagu mereka ditertawakan orang.
Murry akhirnya mau kembali ke Jakarta bersama dengan Tony dan personil Koes Plus lainnya setelah lagu-lagu mereka diputar di RRI. Bahkan setelah lagu Derita, Kembali ke Jakarta, Malam Ini, Bunga di Tepi Jalan, dan Cinta Buta berkumandang di RRI, Koes Plus kian tenar dan mendominasi musik tanah air.
Band yang dilahirkan dari dinasti Koeswoyo ini telah mengalami gonta ganti personil beberapa kali sejak 1962. Lagu-lagu yang dihasilkan juga dari beberapa genre, ada rock and roll, dangdut, keroncong, pop jawa, dan pop. Meski begitu hampir semua lagu yang dihasilkan Koes Plus enak didengar. Bisa dibilang lagu-lagu besutan Tony Koeswoyo, adik, dan teman-temannya ini adalah lagu lintas generasi, karena lagu-lagu mereka tetap bisa dinikmati dari nenek kakek kita, hingga zaman modern saat ini.
Begitulah kisah perjalanan panjang Koes Plus sebelum mereka jadi legenda band Indonesia. Sepanjang karirnya, Koes Plus telah menghasilkan 953 lagu yang terangkum dalam 89 album. 203 lagu dalam 17 album pada saat bernama Koes bersaudara, serta 750 lagu dalam 72 album ketika telah berubah nama menjadi Koes Pluss. Seandainya kelompok ini lahir di Inggris atau AS bukan tidak mungkin akan menggeser popularitas Beatles.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…