Setelah melakukan demonstrasi di minggu lalu, para pengemudi angkutan umum dari berbagai jenis kembali lakukan hal yang sama plus mogok beroperasi. Tentu saja hal ini mengakibatkan Jakarta seperti lumpuh karena tidak adanya angkutan umum yang mau menerima penumpang. Demonstrasi dan aksi mogok tersebut didasari dari munculnya angkutan umum berbasis online yang menurut mereka justru merugikan armada konvensional dan membuat pendapatan menjadi turun drastis karena banyak orang yang lebih leluasa menggunakan jasa layanan transportasi umum yang dapat dipesan lewat internet tersebut.
Dikarenakan hal ini, banyak anak sekolah sampai dengan orang kantoran yang tiap hari menggunakan jasa layanan transportasi harus terlantar dan tidak dapat menuju tempat yang mereka inginkan karena memang tidak adanya armada umum yang beriperasi.
Para pengemudi angkutan juga akan terus melakukan aksi mogok tersebut dan berjanji akan mengulanginya lagi Selasa minggu depan. Sedikit mengurut lebih dalam, tentu saja hal ini berimbas pada sisi perekonomian tiap indovidu di Jakarta karena mereka tidak dapat menuju tempat kerja, namun yang tidak disadari dari para pengemudi yang sedang demonstrasi adalah justru ada imbas bagi mereka sendiri di kemudian hari. Berikut ini adalah imbas yang bakal dihadapi para pengemudi angkutan umum jika terus melakukan aksi mogok.
Penghasilan angkutan umum tentunya mengalir dari hasil beroperasi hampir setiap hari. Yang namanya demonstrasi, mana ada waktu buat narik angkutan dan ngangkut penumpang? Malah ajak-ajak yang lain supaya ikutan demo, dan belum tentu yang diajak mau walaupun satu warna seragam.
Karena yang mogok beroperasi adalah para pengemudi angkutan umum konvensional, maka tentu saja agar dapat mencapai tempat yang dituju, masyarakat akhirnya akan lebih memilih menggunakan jasa layanan angkutan umum yang dapat dipesan secara online.
Tidak kali ini saja terdapatnya kasus yang melibatkan pengemudi angkutan umum dan berimbas terhadap penumpang. Dan dengan aksi anarkis yang terjadi saat aksi mogok dilakukan seperti ini, maka imej angkutan umum akan semakin menurun.
Walaupun ada ratusan atau bahkan ribuan angkutan umum yang melakukan aksi mogok, akan tetapi tidak sedikit pula yang masih tetap beroperasi. Dikarenakan hal ini, para pengemudi yang melakukan mogok lantas mencegat angkutan yang kedapatan tetap beroperasi dan menyuruh penumpang turun.
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengancam akan mencabut trayek atau izin operasi dari armada yang terlibat aksi anarksi saat mogok beroperasi. Dengan dicabutnya izin operasi tersebut, maka kemungkinan para pengemudi akan kehilangan pekerjaan akan semakin besar.
Aksi mogok merupakan salah satu indikasi dari adanya masalah di suatu sistem kerja. Tapi, kalau keterusan atau juga tidak ada gunanya. Menurut Anda, apalagi kira-kira imbas yang akan didapatkan para pengemudi yang melakukan mogok kerja ya?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…