Buaya Pemotong [image source]
Menyiksa adalah salah satu metode yang sering dilakukan untuk melakukan interogasi. Dengan menyiksa, maka mau tidak mau si penjahat akan mengaku karena tak kuat dengan rasa sakit. Meski demikian, ternyata menyiksa adalah salah satu bagian dari kesenangan. Mereka senang membuat orang lain menderita, terlebih jika sampai tubuh menjadi luka dan darah mengucur di mana-mana.
Di era yang modern ini, alat siksa tak sehebat dan semengerikan zaman dahulu. HAM sudah ada hingga orang yang salah masih memiliki hak untuk hidup. Di masa lalu? Tidak ada hal semacam itu. Yang ada hanyalah siksaan mengerikan menggunakan alat-alat di bawah ini!
Inggris pernah memiliki alat siksa mengerikan yang banyak digunakan saat abad pertengahan. Seseorang yang dianggap pengkhianat akan digantung hingga nyaris tak bernyawa. Setelah lemas, ia akan ditidurkan lalu keempat sisi tubuhnya, dua kaki, dan dua tangan diikat dengan tali yang ujungnya ada kuda.
Roda penghancur tulang adalah sebuah metode siksaan yang sangat mengerikan. Orang yang dinyatakan bersalah akan ditali pada roda. Kaki dan tangannya akan ditali pada roda secara kuat-kuat. Lalu secara perlahan roda akan diputar dengan sekuat tenaga. Di bawah roda akan seseorang membawa semacam tongkat dari besi yang digunakan untuk memukul.
Seperti namanya, buaya pemotong, gunting ini digunakan untuk menyiksa orang yang dianggap salah. Biasanya mereka melakukan pembunuhan kepada raja atau kerabatnya. Saat ditangkap mereka akan disiksa dan bila tidak mengaku salah akan langsung dimutilasi. Gunting buaya ini alat yang digunakan.
Sepatu semen adalah metode penyiksaan yang kerap dilakukan oleh mafia di Amerika. Mereka akan menyiksa terlebih dahulu orang yang dianggap salah atau sandera. Setelah itu kaki korban akan dimasukkan ke dalam kotak yang diberi semen lunak. Lambat laun semen akan mengering dan mengeras hingga susah melepaskan kaki.
Tidak jelas digunakan untuk menyiksa apa, yang jelas alat ini akan membuat orang yang disiksa merasakan sakit berlebih. Lidah mereka akan dijepit secara perlahan-lahan dengan mulut akan terus terbuka. Jika ujung alat mirip gunting ini ditekan maka lidah akan tertekan dan ada kemungkinan terbelah jadi dua.
Prinsip the rack mungkin nyaris sama dengan poin nomor 1 di atas. Namun tidak menggunakan kuda di keempat sisi tubuh. Cara ini mengikat korban di semua kaki dan tangan. Lalu kaki akan ditalikan ke sisi bawah dan tangan di sisi atas. Dua orang algojo akan perlahan menarik kayu yang ditambati oleh tali.
The brazen bull adalah alat siksa yang berasal dari Yunani Kuno. Bentuknya sangat mirip dengan banteng atau sapi. Terbuat dari metal yang bagian mulutnya terbuka. Seseorang yang dianggap bersalah akan di masukkan perut sapi ini. Setelah masuk, bagian bawah akan diberi api yang berkobar hingga panas merembet ke dalam metal.
Itulah tujuh alat siksa yang sangat mengerikan dan brutal dalam membuat korbannya mati dengan menyakitkan. Semoga di era-era selanjutnya alat seperti ini tak pernah ada lagi. Manusia bukanlah makhluk yang pantas menerima siksaan seperti itu meski ia salah. Harusnya ada cara yang lebih baik meski itu harus meniadakan sebuah nyawa.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…