Kadang merasa sangat iri ketika melihat anak-anak kecil bermain sambil tertawa riang sedangkan kita harus berkutat dengan deadline kerjaan atau tugas kampus. Namun, melihat mereka membuat kita jadi mengenang sejenak hal-hal asyik yang pernah dilakukan di masa kecil dulu. Senyum pun merekah begitu mengingat kita pernah melakukan hal-hal lucu seperti bermain bola hingga sore yang harus diakhiri dengan ibu membawa gagang sapu, sampai bermain masak-masakan dan kita disuruh benar-benar mencobanya.
Rasanya ingin kembali ke masa lalu. Masa di mana hidup tidak serumit hari ini. Tapi, tentu sangat mustahil. Namun hal tersebut patut kita syukuri, karena setidaknya kita bisa mengingatnya terus sebagai salah satu kenangan indah yang tidak semua orang pernah melakukannya, termasuk anak-anak zaman sekarang. Nah, biar hari ini makin menyenangkan, yuk kenang kembali kegiatan asyik apa saja yang pernah dilakukan ketika kecil dulu.
Agenda liburan atau pulang sekolah anak-anak dulu juga sama sibuknya lho. Bukan main PSP atau mendekam di warnet, melainkan melakukan hal-hal mengasyikkan salah satunya adalah mencari belut. Mungkin kamu yang dulu hobi banget dengan aktivitas satu ini, pasti ingat sekali kalau mencari belut adalah pekerjaan yang susahnya bahkan melebihi PR matematika soal persamaan linier. Namun di sini lah asyiknya.
Belut lebih banyak di sawah yang padinya masih kecil, walaupun kadang ada pula di sawah yang sudah siap panen. Kemudian tinggal cari lubang berair di bagian tepi pematang sawah. Ini nih bagian serunya, kadang isi lubang tersebut tidak mesti belut tapi juga kepiting. Bahkan kadang adalah ular yang akan membuat kita lari tunggang langgang sampai berjibaku dengan lumpur.
Hampir semua lubang dijelajahi, namun jarang sekali mendapatkan hasil yang banyak. Walaupun hanya 2-3 ekor senangnya sudah seperti mendapatkan mainan baru. Anak-anak zaman sekarang mungkin tidak akan pernah mendapatkan pengalaman ini. Bagaimana tidak, bermain dekat sawah saja si ortu sudah mencak-mencak takut anaknya kenapa-kenapa. Lagi pula, sawah sekarang sudah jadi perumahan dan juga ruko-ruko bisnis.
Layangan memang masih sering dimainkan anak-anak zaman sekarang. Namun hanya untuk kontes atau sekedar mengisi waktu di taman atau di pantai. Dulu, layangan adalah aset berharganya anak-anak dan tidak ada hal lain yang bisa menyaingi kegembiraan ketika memainkannya.
Kalau dulu anak yang paling ditakuti bukan yang berduit atau punya banyak mainan. Yup, si jago mengadu layangan lah yang paling dihindari. Uniknya lagi, ciri terbang layang-layang si jago ini mudah sekali ditebak dari gayanya yang sangat lihai menarik atau mengulur benang. Begitu naik, biasanya anak-anak yang lain buru-buru turun biar tidak kena ‘serang’ dan akhirnya harus rela layangannya putus.
Mengejar layangan putus sendiri juga adalah aktivitas yang super seru. Ini adalah kondisi di mana harus bersaing adu lari cepat serta perhitungan akurat di mana si layangan ini bakal jatuh. Bahkan ada pula yang sambil membawa bambu panjang sebagai alat bantu jika si layangan ini tersangkut di pohon. Semua usahamu akan sangat terbayar begitu layangan putus tersebut kamu dapatkan. Rasa bangganya tidak karuan meskipun harganya sendiri sebenarnya tidak seberapa. Bahkan anak-anak laki-laki dulu kulitnya hitam-hitam gara-gara mengejar layangan putus.
Sungai adalah surganya anak-anak zaman dulu. Sensasi bahagia ketika bermain di sini lebih dari asyiknya mengunjungi wahana air yang bagus itu. Belum lagi, sungai adalah hiburan gratis yang menawarkan banyak sekali aktivitas menyenangkan dan bermanfaat. Mulai dari mancing, membuat ‘sungai-sungaian’ kecil di samping sungai betulan, adu perahu daun dan sebagainya.
Sayangnya sungai sekarang sudah tidak sebersih dulu. Miris sih melihat taman bermain kita yang sangat menyenangkan dulu sudah jadi tempat sampahnya orang-orang. Makin tidak enak lagi ketika anak-anak kecil sekarang menyeletuk asal, “Sungainya kotor banget jadi jijik”. Ya, pasti kamu pun mengumpat di dalam hati sambil berkata, “Ya, kamu bocah tidak akan pernah menikmati asyiknya mengintip anak-anak perempuan mandi”.
Gedebok pisang, mendengar kata-kata ini pasti kamu ingat berbagai hal yang menyenangkan di masa lalu. Bagaimana tidak, batang dan tangkai pohon pisang ini bisa disulap menjadi apa pun. Mulai dari rakit ketika bermain di sungai, sampai senjata-senjata perang yang bisa dimodifikasi sesuka hati.
Dari sekian banyak aktivitas yang dihindari banyak bocah laki-laki, rumah-rumahan ada di peringkat pertama. Ya, biasanya ini hanya dilakukan oleh anak-anak perempuan. Meskipun begitu ada pula anak laki-laki yang ikut karena dibutuhkan sebagai tokoh fiktif yang memerankan ayah atau adik laki-laki.
Uniknya, meskipun alergi, kadang anak-anak laki-laki tiba-tiba nimbrung. Apalagi kalau ada teman perempuan yang cantik atau ada yang membawa kue. Ya, namanya juga anak-anak. Bocah zaman sekarang rupanya juga masih melestarikan permainan ini. Tapi levelnya sudah jauh lebih berkembang daripada dulu. Kalau dulu hanya sebatas akting jadi ibu, ayah dan anak tanpa konflik yang berat, kini perselingkuhan, dialog BBM tak di balas sampai soundtrack lagu dangdut seronok sudah jadi hal yang biasa untuk mereka. Miris? Ya, harus dong.
Kalau bahagianya anak sekarang gara-gara banyak friend request Facebook atau like status, anak-anak zaman dulu cukup dengan menonton TV seharian di hari Minggu. Kamu setuju dengan ini? Kalau iya, masa kecilmu terbukti sangat menyenangkan.
Ya, memang teknologi sekarang juga bisa melakukan hal itu. Anak-anak bisa pergi ke warnet atau streaming di rumah untuk menonton acara-acara itu, bahkan kalau perlu dari pagi sampai malam. Namun tidak ada greget di sana. Dulu, anak-anak sangat menantikan kelanjutan dari seri-seri kesayangan mereka. Rasa penasaran ini yang membuat mereka senang. Anak zaman sekarang sih bisa marathon dari seri satu sampai tamat, apalagi untuk serial yang sudah rilis. Namun tidak ada gairah kebahagiaan di sana.
Besar harapan bagi stasiun televisi negeri ini yang masih peduli terhadap generasi penerus, untuk kembali menayangkan acara anak-anak di hari Minggu. Entah kartun atau serial seru lainnya. Jujur saja, kamu pun sebenarnya juga masih ingin untuk bisa melihat tayangan-tayangan itu lagi meskipun sudah dewasa seperti sekarang.
Jika saat sekarang ini hujan adalah musuh anak-anak, dulu justru sebaliknya. Begitu mendengar suara rintik hujan, anak-anak akan berhamburan keluar. Makin deras hujannya, maka mereka akan makin senang. Bahkan sampai berteriak-teriak “Kurang deras! Kurang deras!”.
Nah, aktivitas ketika hujan ini sangat beragam. Mulai dari main bola sampai berlarian ke rumah-rumah tetangga untuk duduk di bawah air yang mengalir dari pipa-pipa talang rumah. Mencari ikan juga adalah yang paling sering dilakukan. Saat banjir, biasanya ikan akan lebih mudah ditangkap. Setelah itu mereka juga akan membuat semacam bendungan mini untuk menyimpan ikan-ikan hasil tangkapan itu.
Anehnya, hampir jarang sekali ditemui anak-anak yang sakit meskipun mereka mandi hujan seharian. Paling hanya flu yang bisa disembuhkan dengan mandi air hangat serta omelan ibu yang pasti masih kamu ingat itu. Begitu menyenangkan dan membahagiakan. Rasanya ingin kembali berjibaku dengan hujan, tapi sayangnya kamu akan dikira orang gila kalau benar-benar melakukan hal itu.
Ya, masa kecil dulu memang takkan tergantikan oleh apa pun. Masa di mana konflik paling susah hanyalah merayu ayah biar dibelikan mainan baru. Namun kini waktu terus berjalan, membuat hal-hal menyenangkan ini takkan pernah kita lakukan lagi. Nah, kalau kamu, hal unik apa yang sering dilakukan di masa kecil dulu?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…