Momen dilantiknya para menteri beberapa hari lalu menjadi hal yang cukup sakral dan tidak terlupakan. Ada banyak wajah baru –yang bahkan tak disangka bisa menduduki kursi kementerian. Momen pelantikan ini pun jauh dari kata formal, para menteri baru bahkan dengan santainya berjemur di bawah panas matahari di undak-undakan tangga istana.
Dari banyak nama yang ada dalam jajaran menteri tersebut, ternyata ada beberapa orang loh yang sempat menolak untuk posisi itu, salah satunya adalah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. WHATTTTT? TAWARAN JADI MENTERI KOK DITOLAK? Tenang, jangan ngegas dulu, ada beberapa hal yang membuat ia menolak tawaran tersebut. Yuk, simak dalam ulasan berikut ini.
Track record Bu Risma yang sangat mumpuni untuk menjadi kandidat menteri
Tri Rismaharini atau kerap disapa Bu Risma ini mengawali kariernya sebagai Wali Kota Surabaya. Sosoknya yang tegas, galak, dan juga berani membuat ia terkenal dan disegani oleh banyak pihak. Tak main-main, seolah Risma memang punya visi misi yang besar untuk memajukan Surabaya.
Banyak yang menanyakan mengapa Risma tak ada dalam list menteri. Padahal ia sangat layak
Setelah nama-nama menteri rilis, ada banyak sekali yang bertanya mengapa dirinya tidak masuk dalam list yang berhak atas jabatan tersebut? Padahal, kalau mau dilihat dari pengalaman dan tanggungjawab, Bu Risma sangat layak untuk menjadi pembantu presiden Joko Widodo.
Masih ada banyak mimpi yang ingin ia wujudkan di Surabaya
Melansir cnnindonesia.com, bukan tanpa alasan dirinya menolak tawaran tersebut. Bu Risma keukeuh ingin mewujudkan dahulu mimpi-mimpi dan tujuannya di Kota Surabaya, hingga tahun depan, saat masa jabatannya berakhir.
Meski menolak Bu Risma mengatakan sebenarnya ia ingin sekali ‘pergi’ ke istana
Kalau mau dihitung untung rugi, secara pribadi sendiri Bu Risma mengatakan bahwa dirinya sangat ingin menerima tawaran tersebut. Hanya saja, balik lagi kepada mimpi-mimpi dan hal yang ingin ia capai di Surabaya.
BACA JUGA: Demi Kemajuan Kotanya, Tri Rismaharini Rela Lakukan 5 Hal Ini
Ya, Bu Risma mengatakan kalau ia justru akan menyesal jika dirinya pergi ek Jakarta dan meninggalkan kota Pahlawan. Sedangkan, dalam 2 periode terakhir ini, dirinya sudah berdarah-darah membangun Surabaya. “Saya sudah berdarah-darah. Tanganku putus, tendonku kena, dan saya sering jatuh di lapangan,” kata Bu Risma, melansir dari cnnindonesia.com.