Setiap tahunnya masyarakat selalu dibuat geleng-geleng kepala dengan aksi perayaan kelulusan para pelajar di Indonesia. Aksi corat-coret baju yang tak jarang diikuti dengan konvoi sepeda motor yang terkesan urakan dan liar selalu jadi tradisi di tiap selesai pengumuman kelulusan. Selebrasi ini seolah terus terulang setiap tahun dan selalu meninggalkan kesan negatif di mata masyarakat. Bahkan tak jarang acara kelulusan tersebut berbuntut kecelakaan dan memakan korban!
Mungkin sedikit menengok tradisi kelulusan di luar negeri, nyatanya mereka bisa mengekpresikan kegembiraan dengan cara yang lebih santun dan sopan kok! Tidak membuat onar dan mengganggu ketertiban umum. Beberapa negara ini malah terkesan adem ayem dan memaknai hari kelulusan dengan cuka cita yang penuh syukur. Mungkin bisa dicontoh dan jadi inspirasi! Berikut daftar sederet tradisi kelulusan di berbagai negara yang nyatanya lebih bermartabat dari Indonesia.
Tradisi di Jepang, memberi kancing jadi tanda sayang di hari kelulusan
Tak seperti perayaan di Indonesia yang melakukan aksi corat-coret seragam, negeri Sakura memiliki tradisi kelulusan yang terbilang unik dan romantis. Di hari tersebut biasanya para murid datang dengan memakai seragam seperti biasa, namun yang berbeda pelajar laki-laki akan melepas kancing kedua dari baju mereka. Kancing ini kemudian akan diberikan kepada murid perempuan sebagai tanda bahwa mereka memiliki rasa suka, cinta dan sayang kepada orang tersebut.
Studentmossa, perayaan kelulusan ala negara Swedia
Lain Jepang lain pula di Swedia. Negara yang terkenal dengan bangsa Viking ini merayakan hari kelulusan dengan memilih berbusana seperti seorang pelaut. Baik pelajar laki-laki maupun perempuan mereka akan memakai pakaian berwarna putih dan melengkapinya dengan topi khas seorang nahkoda bernama Studentmossa. Mereka kemudian akan keluar dari sekolah dan disambut oleh keluarga yang sudah bersiap dengan poster besar berisi foto-foto masa kecil dan berbagai hadiah kelulusan.
Gantung Tas di Tiang Bendera, sebagai lambang kelulusan di negara Belanda
Anak-anak sekolah di Belanda pun punya cara unik untuk merayakan hari kelulusan mereka. Tak seperti di negara lain yang mengumumkan kelulusan langsung kepada para murid, di Belanda pihak sekolah akan mengumumkan hasil kelulusan kepada orang tua baik melalui surat ataupun telepon. Para orang tua lah yang kemudian memberitahukan hasil kelulusan ini kepada putra-putri mereka.
Di Thailand, perayaan kelulusan dilakukan dengan penuh hikmat
Berbeda lagi di Thailand, hari kelulusan di rayakan dengan cara yang tenang dan sakral. Negara gajah putih ini memiliki tradisi di mana anggota kerajaan ikut andil dalam perayaan kelulusan mereka. Perayaan kelulusan biasanya dilakukan di gedung sekolah dengan hanya dihadiri para lulusan dan orang yang berkepentingan saja.
Amerika punya banyak tradisi unik di hari kelulusan
Di benua Amerika pun punya tradisi unik tiap hari kelulusan tiba. Dengan berbagai kultur budaya di benua itu, terdapat banyak cara untuk mengisi hari spesial para murid usai ujian. Contohnya yang ada di kota Burlington, kota yang terletak di negara Vermont ini punya tradisi unik jelang kelulusan. Di hari kelulusan, 24 pelajar putri terpilih akan mengumpulkan bunga dan membuat lekukan gerbang yang akan dilalui oleh para lulusan. Gerbang bunga ini disimbolkan sebagai gerbang kehidupan baru bagi para pelajar yang telah menyelesaikan studinya.
Merayakan hari kelulusan memang sepatutnya dilakukan dengan cara yang baik. Tanpa rusuh dan damai. Pelajar Indonesia mungkin mau meniru dan menciptakan cara uniknya sendiri untuk merayakan hari kelulusan. Tanpa corat-coret, tanpa konvoi sepeda dan tanpa mengganggu ketertiban umum sampai membuat onar. Tunjukkan kalau pelajar Indonesia adalah generasi cerdas yang bisa membanggakan dengan prestasinya dan mampu menampilkan budaya timur yang sopan dan beradab.