Terjadinya kiamat serta berakhirnya dunia ini memang tidak ada yang mampu memprediksi. Berbagai ramalan mengenai hari menakutkan itu juga belum ada yang terwujud. Nah, untuk persiapan ini, beberapa negara maju sudah bersiap dan membangun fasilitas untuk perlindungan diri.
Dengan teknologi canggih, mereka mendirikan bunker-bunker lengkap dengan segala jenis pemenuh kebutuhan hidup untuk puluhan tahun mendatang. Kira-kira seperti apa keadaan dan penampakan bunker-buker penyelamat ini. Mari simak ulasan dari Boombastis berikut.
Sebagai negara adikuasa, Amerika dikenal dengan kekuatan militer serta kecanggihan teknologi nomer wahid di dunia. dalam persiapan menghadapi kehancuran dunia, tak tanggung-tanggung, Amerika sudah mempersiapkan bunker tahan terhadap segala jenis serangan. Terletak di South Dakota, bunker bekas Angkatan Darat Amerika Serikat ini dibangun di atas lahan 23 Kolometer persegi, dengan 557 ruangan. Setiap ruangan bisa menampung 10-20 orang.
Isu ramalan akan datangnya hari kiamat pada 21 Desember 2012 oleh Suku Maya telah membuat semua orang resah. Selain Amerika yang sudah punya persiapan penuh, negeri Kangguru juga tak mau kalah. Sekelompok orang yang tidak mau disebut namanya telah merealisasikan sebuah tempat yang digadang bisa menyelamatkan diri mereka saat dunia luluh lantak. Berlokasi di bukit Tenterfield, New South Wales, bunker ini disewakan seharga 67 juta rupiah per kamar bagi siapapun yang ingin memasukinya.
Pada masa silam, perang dingin pernah pecah di Inggris. Namun, keluarga kerajaan bisa selamat berkat bunker yang dijuluki sebagai kota bawah tanah. Bangunan dengan dalam 100 kaki di bawah permukaan tanah ini dijadikan tempat prioritas untuk melindungi keluarga kerajaan dari berbagai serangan, termasuk bom nuklir. Dengan daya tampung 4.000 orang bunker ini bisa dijadikan tempat bersembunyi, termasuk ketika dunia kiamat.
Kehancuran dunia yang akan terjadi membuat seorang miliarder di Ceko tergerak hatinya membangun sebuah rumah perlindungan yang bisa dihuni seandainya mereka harus meninggalkan rumah yang asli. Disebut dengan nama The Oppidum, bunker raksasa ini dibangun berada 30 ribu meter persegi di bawah tanah dengan luas 323 ribu kaki persegi. Berdiri sejak tahun 1984, sebagai rumah perlindungan Oppidum sangat strategis.
Berbeda dari negara lain dengan teknologi super canggih, tempat perlindungan kiamat kali ini hanyalah sebuah desa, namanya Bugarach. Desa Bugarach yang terletak di Barat Daya Perancis ini disebut sebut sebagai salah satu dari dua tempat yang terhindar kehancuran saat kiamat. Pasalnya, di sana terdapat sebuah pegunungan (Gunung Bugarach) yang dikenal dengan wilayah suci dan dihuni oleh makhluk asing.
Jika kita tinjau dari sisi spiritual, bukankah semua akan hancur dan kita tidak memiliki tempat untuk bersembunyi? Fakta bahwa negara maju tersebut berlomba dan mempercayai adanya tempat berlindung ketika bumi hancur sebenarnya cukup lucu. Bagaimana tidak, mereka harus menghabiskan uang triliunan rupiah hanya untuk membangun bunker yang tak tahu kapan bisa digunakan. Lebih bijak jika kita mempersiapkan ibadah serta berbuat kebaikan sebanyak mungkin untuk menghadapi hari kehancuran.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…