suku nomaden
Suku penjelajah adalah mereka yang tidak menempati suatu wilayah dalam jangka waktu lama. Biasanya mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain berdasarkan perubahan musim yang terjadi. Suku penjelajah atau yang sering disebut sebagai nomaden dan gypsy ini sekarang mulai habis dan mendekati kepunahan.
Mereka nyaris tak bertahan di tengah modernisasi yang tak bisa dihentikan. Habitat yang biasanya mereka gunakan untuk hidup sudah mulai berkurang sumber daya alamnya. Jika hal ini terus dibiarkan, suku-suku hebat ini akan hilang dan tinggal sejarah saja.
Bushmen adalah suku penjelajah paling tua di dunia yang masih ada sampai sekarang. Mereka sering sekali terlihat hidup di sekitar Botswana, Angola, Afrika Selatan, dan Zimbabwe. Diperkirakan suku Bushmen ini hidup telah ada dan menjalankan tradisinya sejak 20.000 tahun yang lalu. Sayangnya saat Eropa mulai membuat koloni di Afrika bagian Selatan suku ini mulai dihabisi hingga jumlahnya tinggal sedikit.
Nukak-Maku adalah salah satu suku nomaden terakhir yang ada di Kolombia. Suku ini awalnya hilang dan baru ditemukan lagi sekitar tahun 1980-an. Populasi mereka lambat laun menipis akibat banyaknya orang luar yang masuk ke wilayahnya. Perkebunan-perkebunan Cola juga menyebabkan mereka kehilangan tempat tinggal.
Kuchi adalah suku penjelajah terakhir dari Afganistan yang saat ini nasibnya sangat mengenaskan. Mereka harus hidup dengan kengerian akibat konflik yang dialami Afganistan selama beberapa tahun terakhir. Awalnya suku ini berjumlah sekitar 2 juta orang dan berpindah sesuai dengan musim di Afganistan sebelah selatan dan barat. Namun sekarang, jumlahnya telah berkurang dengan signifikan.
Gabra adalah suku nomaden yang ada di sekitar Kenya dan Ethiopia. Mereka berpindah dalam jangka waktu tertentu jika hewan ternaknya tidak memiliki makanan lagi. Suku Gabra selalu identik dengan unta hingga sering disebut sebagai suku unta. Hewan ini banyak dipelihara oleh para orang Gabra dan digunakan sebagai penyambung hidup paling utama.
Sami adalah suku nomaden yang selalu berpindah-pindah di wilayah lingkar kutub utara. Mereka tinggal di wilayah Swedia, Norwegia, Finlandia, dan Rusia. Suku ini diperkirakan hanya bersisa 70.000 orang saja sampai sekarang. Mereka hidup dengan kesederhanaan dan bertahan dari gempuran teknologi yang membuat anak muda dari suku ini meninggalkan tradisi yang ada sejak ratusan tahun yang lalu.
Tuareg adalah sebuah suku yang berpindah-pindah di Gurun Sahara. Koloni mereka saat ini mencapai 1,5 juta orang dan tersebar di hampir semua wilayah gurun. Mereka hidup dengan beternak dan juga melakukan perdagangan dengan penduduk sekitar.
Qashqai adalah salah satu suku dari Iran yang hidup dengan berpindah-pindah. Mereka menyukai hidup dengan menyeberangi wilayah-wilayah dan menyesuaikan musim dengan makanan ternaknya. Qashqai saat ini mulai menipis dan banyak dari sukunya memilih membangun desa dan menetap di sana daripada terus berpindah.
Demikianlah 7 suku penjelajah terakhir yang masih ada di bumi. Keberadaan mereka saat ini benar-benar terancam oleh kepunahan jika modernisasi menguasai mereka secara perlahan-lahan. Semoga mereka bisa bertahan sampai kapan pun.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…