Nama Raymond Westerling begitu dikenal di Indonesia karena kasus pembantaian yang pernah ia lakukan di Sulawesi serta pemberontakan APRA pada masa pendudukan Belanda. Ironisnya, pembantaian tersebut justru terjadi pada masa ketika Indonesia baru merayakan Kemerdekaan.
Baca Juga : 5 Kekejaman yang dilakukan Hitler ini Ternyata Terinspirasi dari Orang Amerika. Berikut Faktanya
Akibat dari pembantaian tersebut, tercatat ribuan orang meninggal dunia, meskipun angka pastinya tidak diketahui. Namun akhirnya, Westerling justru berhasil melengang bebas dari kejahatannya ini.
Westerling pertama kali menginjakkan kakinya di Medan, Sumatera Utara pada September 1945 sebagai prajurit KNIL. Saat itu kondisi di Sumatera sedang kacau, sama seperti berbagai wilayah lain di Indonesia karena masyarakat sedang berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaan.
Setelah dipilih menjadi kepala komando DST (Depot Special Forces), Westerling mendapatkan perintah untuk menyelesaikan pemberontakan di Sulawesi Selatan pada Desember 1946. Pemerintah Belanda di Sulawesi hampir mengalami kekalahan karena pasukan dari Jawa banyak yang bergabung untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda.
Selanjutnya pada 1948, pasukan Westerling juga banyak melakukan pembunuhan secara sewenang-wenang di Jawa Barat. Pasukan DST yang namanya telah diubah menjadi KST melakukan pembunuhan terhadap 10 orang penduduk tanpa alasan jelas dan mayat mereka dibiarkan tergeletak di tengah jalan.
Setelah diberhentikan dari jabatannya, ia kemudian mendirikan organisasi rahasia yang disebut sebagai Angkatan Perang Ratu Adil. Dengan diam-diam ia membangun kekuatan untuk menggulingkan pemerintahan Indonesia. Ia mengirimkan ultimatum pada pemerintahan di Jakarta untuk mengakui keberadaan APRA sebagai pasukan resmi negara Pasundan dan meminta otonomi.
Aksi ini langsung menjadi berita utama berbagai media massa di seluruh dunia. Bagi dunia internasional, Belanda dianggap melakukan cara licik karena mengelabui Indonesia untuk berusaha kembali menguasai Indonesia. Meski Belanda mengutuk perbuatan tersebut, mereka membantu Westerling kabur ke Singapura.
Dengan bantuan pemerintah Belanda, Westerling akhirnya berhasil kabur keluar dari Indonesia. Dengan menaiki pesawat Catalina, Westerling sampai di Singapura dengan selamat tanpa diketahui. Pada 24 Februari, kantor berita Perancis memberitakan tentang keberadaan Westerling di Singapura.
Dalam sidang di Singapura, karena Westerling adalah warganegara Belanda, maka ia tidak bisa diekstradisi ke Indonesia. Ia pun keluar dari Singapura sebagai pria bebas sebelum kemudian ditangkap kembali di Belanda meskipun langsung dibebaskan keesokan harinya.
Westerling terus saja membela diri dan menolak tuduhan bahwa ia telah melakukan kejahatan perang. Menurutnya, ia hanyalah bertindak sebagai seorang polisi yang melawan teror.
Westerling yang dengan begitu mudah bisa lolos dari jeratan hukum meski sudah melakukan pelanggaran berat tentu membuat berbagai pihak bertanya-tanya. Dugaan adanya konspirasi di balik kudeta Westerling pun muncul.
Menurut mereka, Pangeran Bernhard ingin menjadi raja di Indonesia, dan kemungkinan memiliki keinginan untuk punya fungsi penting selain hanya menjadi suami sang ratu. Westerling ternyata juga pernah melakukan kontak rahasia dengan staf Pangeran Bernhard yang berhubungan tentang kudeta tersebut. Dari penelusuran tersebut, ternyata ada bantuan rahasia penyaluran senjata dari pihak Pangeran Bernhard kepada pasukan Westerling.
Baca Juga : 5 Hal ini yang Akan Terjadi Jika Negara Islam Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Amerika
Atas segala tindak kejahatannya, Indonesia akhirnya tidak pernah berhasil menjeratnya secara hukum. Usaha untuk mengadili Westerling selalu gagal karena ia tidak bisa diekstradisi ke Indonesia. Ia pun akhirnya meninggal dunia tanpa pernah diadili. Meski begitu, pada 9 Agustus 2013 lalu pihak Belanda akhirnya secara resmi menyampaikan permintaan maafnya kepada Indonesia dan memberikan ganti rugi berupa materi kepada 10 janda korban penembakan.
Nama standup comedian Fico Fachriza kembali mencuat di media, namun bukan karena karyanya di dunia…
Indonesia darurat kekerasan. Namun ada yang lebih parah lagi. Kebanyakan kasus buntu di tengah jalan.…
Nama Talitha Curtis belakangan menjadi sorotan publik setelah kisah hidupnya viral. Mantan pemain FTV yang…
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia…
Masih ramai di media sosial, kasus pemukulan dokter koas yang bertugas di RSUD Siti Fatimah…
Dunia musik internasional dikejutkan dengan kabar meninggalnya Bob Bryar, mantan drummer dari band My Chemical…