Dalam perang yang penuh ketegangan, sebuah hiburan kecil bisa membuat segala hal jadi lebih baik. Stres, kecapaian, dan tekanan lainnya bisa reda jika para tentara mendapatkan seorang wanita. Ya, wanita. Saat perang terjadi, biasanya banyak sekali wanita direkrut untuk membuat para tentara ini tidak begitu tertekan dengan pekerjaannya. Wanita ini akan disuruh untuk memenuhi hasrat para tentara ini meski kadang tanpa bayaran.
Lima fakta miris ini akan membuat anda merasa ngeri. Di zaman perang, wanita benar-benar tak dihargai. Bahkan ada yang dikeroyok ramai-ramai hingga membuat mereka mengalami kerusakan organ tubuh. Well, langsung saja kita bahas satu per satu fakta miris ini!
Barangkali anda hanya mengenal kamp konsentrasi sebagai tempat yang dipenuhi penderitaan. Ya memang benar, pembunuhan jutaan orang dilakukan di sini. Namun setidaknya 500 rumah khusus prostitusi dibangun di dalam kamp ini untuk memenuhi kebutuhan para tentara Nazi yang telah bekerja dengan sangat loyal kepada Hitler.
Saat perang dunia ke-II terjadi, Jepang banyak sekali mengirim tentara berperang di berbagai negara. Akibat hal ini banyak tentara harus terpisah jauh dengan istri dan anaknya. Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Jepang akhirnya merekrut banyak sekali wanita yang digunakan sebagai penghibur para tentara ini. Kebanyakan dari wanita ini berasal dari Tiongkok atau negara-negara yang pernah diinvasi oleh Jepang.
Sekitar tahun 1960, Korea melakukan apa saja untuk mengakomodasi militer Amerika di negaranya. Mereka memberikan fasilitas kepada para tentara mulai dari ransum hingga wanita. Amerika dianggap mampu memberikan kebaikan hingga Korea tak terpecah menjadi dua bagian. Namun nyatanya sampai sekarang, Korea masih menjadi dua bagian yaitu Korea Utara dan Korea Selatan. Padahal saat itu pemerintah Korea telah melakukan banyak hal mengerikan dengan menjual wanita-wanita di negaranya.
Ada sebuah tradisi di Algeria di mana banyak wanita rela bekerja sebagai wanita tuna susila sebelum mereka menikah. Saat Prancis membuat koloni di tempat ini, sebuah organisasi yang membawahi para wanita ini akhirnya dibentuk. Nama organisasi itu BMC yang merupakan singkatan dari Bataillon Medical de Campagne. Mereka dipekerjakan sebagai ahli medik yang bekerja plus-plus juga sebagai pemuas hasrat para tentara yang telah lama jauh dari para pasangan mereka.
Kitty Schmidt adalah seorang wanita yang memiliki banyak sekali brothel terkenal di Eropa. Sayangnya saat Nazi mulai berkuasa, ia ditangkap dan harus menjalani introgasi. Beruntunglah ia mampu melakukan negosiasi-negosisasi dengan petinggi Nazi hingga hukuman tak diterimanya. Akhirnya ia menawarkan diri untuk memberikan hiburan pada para petinggi Nazi setiap malam.
Demikianlah lima fakta miris prostitusi yang terjadi di masa perang. Kala itu wanita benar-benar tak dihargai dan hanya digunakan sebagai pemuas hasrat saja. Bagaimana menurut anda?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…