Meski jaman sudah modern, masih banyak orang-orang yang berpegangan pada hal gaib. Sebut saja pesugihan, yang masih banyak dipercaya dan dilakukan, tak pandang dia rakyat jelata, orang berada, bahkan yang gelarnya berjajar bagai kereta. Mungkin sangat disayangkan, tapi berbagai macam pesugihan ini dilakukan salah satunya karena tuntutan hidup yang tinggi dan persaingan yang semakin ketat.
Salah satu jenis pesugihan yang paling terkenal adalah Pesugihan Kabongan karena memang letaknya di Kabongan Rembang, Jawa Tengah. Konon sosok cantik Nyai Puspo Cempoko dipercaya sebagai penunggu gaib yang berada di sekitar Kabongan. Para pemuja kebatinan percaya Nyai Puspo Cempoko ini sangat cantik dan memiliki nilai mistis maha tinggi.
Banyak peziarah dari berbagai daerah datang ke Kabongan ini dengan tujuan macam-macam, ada yang meminta penglaris dagangan, perlindungan, kedudukan dan keselamatan. Yang paling terkenal adalah mereka yang datang untuk meminta kekayaan demi membayar hutang yang semakin meumpuk atau karena tuntutan hidup yang semakin tinggi. Tapi sebelum itu, mereka harus ‘membayar mahal’ dengan mau melakukan syarat dari Nyai Puspo Cempoko ini.
Tidak seperti jenis pesugihan lainnya yang harus memberikan tumbal sebagai salah satu imbalan dari ritual ini, para pelaku pesugihan Nyai Puspo Cempoko cukup memberikan jiwa dan raganya dengan menjadi suami sang Nyai. Tentu saja hal ini termasuk memenuhi kebutuhan lahiriahnya sebagaimana pasutri.
Setelah menyerahkan diri kepada si Nyai, pelaku pesugihan juga wajib menyiapkan sejumlah sesajen pada malam Jumat Kliwon yang berisi jajan pasar, kembang wangi, kelapa hijau serta kemenyan madu. Semua sesajen itu harus sudah disiapkan di dalam kamar tersebut sebelum Nyai Puspo Cempoko datang dan pastinya tidak boleh
Satu lagi syarat yang cukup berat. Para pelaku pesugihan Nyai Puspo Cempoko ini tidak diperbolehkan menikah atau berhubungan dengan wanita lain. Karena ia telah mengikat janji dengan Nyai Puspo Cempoko, dan mendapatkan apa yang diinginkan. Hal ini tentu saja agak merepotkan, karena para pelaku akan membujang seumur hidupnya di mata masyarakat walau sebenarnya ia telah menjadi suami sang Nyai.
Keberhasilan pesugihan Kabongan Rembang sendiri masih simpang siur. Orang-orang dengan iman yang kuat dan berpegang teguh pada Allah tentu saja akan menganggap hal tersebut isapan jempol belaka. Namun bagi mereka yang hatinya goyah bisa jadi akan mencoba jalan pintas ini untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Daripada mencoba pesugihan yang sudah jelas melenceng dari ajaran agama, ada baiknya kita tetap berpegang teguh kepada Allah SWT yang Maha Kaya.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…