Categories: Trending

Inilah 5 Pertempuran Gajah Tergahar yang Pernah Menggoncang Seisi Bumi

Zaman dahulu kala sebelum alutsista hebat seperti tank yang bersenjata mematikan hadir, Gajah dipilih sebagai salah satu senjata yang mematikan. Banyak pasukan-pasukan dari kerajaan di dunia menggunakan gajah untuk mengangkut pasukan dan melakukan penyerangan besar-besaran hingga musuh bisa dikalahkan dengan lebih cepat.

Kebudayaan bertarung menggunakan gajah pertama kali terjadi di India. Setelah pasukan berhasil melakukan penyerangan, metode ini dicontoh di Asia Tenggara hingga ke kawasan Mediterania. Berikut beberapa perang besar yang menggunakan gajah sebagai salah satu senjata andalannya.

1. Perang Gaugamela (331 SM)

Perang Gaugamela atau kerap dikenal dengan Perang Arbela adalah perang besar yang dilakukan oleh Alexander Agung dengan kerajaan Achaemenid di Persia. Perang ini memenangkan Alexander Agung hingga mampu menguasai Babilonia, separuh Persia, dan mengontrol beberapa wilayah di Mesopotamia.

Perang Gaugamela [image source]
Kekuatan dari pasukan Alexander Agung hanyalah 47.000 saja. Tapi dengan taktik yang sangat hebat, pasukan ini mampu mengalahkan pasukan dari Kerajaan Achaemenid yang konon jumlahnya mencapai 100.000 orang plus gajah-gajah perang yang mengerikan.

2. Perang Kalinga (262-261 SM)

Salah satu perang gajah paling besar yang pernah terjadi di dunia adalah Perang Kalinga. Perang ini terjadi antara Kerajaan Kalinga melawan Kerajaan Maurya yang saat itu sedang dipimpin oleh Ashoka. Perang yang dikenal sangat berdarah ini terjadi selama satu tahun dengan hasil akhir berupa kemenangan bagi Ashoka bersama kerajaannya.

Lokasi Perang Kalinga [image source]
Pada peperangan ini, Ashoka membawa pasukan yang terdiri dari 400.000 prajurit bersenjata lengkap. Kerajaan Kalinga yang tidak mau kalah mengerahkan 60.000 pasukan infantri, 10.000 pasukan kavaleri dan 700 gajah perang yang bisa menginjak siapa saja yang ada di depan. Setelah Kerajaan Kalinga kalah, Ashoka mencaplok wilayah itu untuk perluasan kawasan Kerajaan Maurya.

3. Perang Hydaspes (326 SM)

Perang Hydaspes adalah perang yang terjadi akibat Alexander Agung menyerbu wilayah Kerajaan Paurava di wilayah utara dari India. Alexander Agung mengerahkan banyak pasukan ke wilayah ini dengan berbagai taktik perang yang unggul. Akibatnya, Alexander Agung kembali menang dan berhasil mengontrol wilayah-wilayah di kawasan Punjab, India.

Perang Hydaspes [image source]
Perang ini menyebabkan kematian 1.000 orang dari pasukan Yunani yang dipimpin oleh Alexander Agung dan 12.000 orang dari Kerajaan Paurava. Pada perang ini, Alexander Agung mengirim sekitar 11.000 pasukan gabungan infantri dan kavaleri sedangkan Kerajaan Paurava mengirim sekitar 55.000 infantri dan kavaleri serta 200 gajah perang.

4. Perang Panipat (1526 dan 1556)

Perang Panipat adalah perang yang terjadi antara Kerajaan Mughal dengan beberapa kerajaan di sekitarnya. Motif dari perang ini adalah perluasan kekuasaan dan penguasaan akan sumber daya alam yang sangat melimpah di kawasan dataran India yang pernah dikuasai oleh Kerajaan besar Maurya di zaman Ashoka dan penerusnya memimpin.

Perang Panipat [image source]
Perang Panipat adalah perang pertama di kawasan India yang menggunakan senapan dan artileri lapangan. Kerajaan Mughal mengerahkan senjata modernnya untuk menghajar habis musuhnya yang masih menggunakan senjata manual dan gajah perang yang akhirnya ditangkap dan dijadikan senjata “makan tuan”.

5. Perang Rajasthan (712-740)

Perang Rajasthan adalah serangkaian perang besar yang terjadi dekat Sungai Indus di India bagian utara. Kerajaan Islam zaman Kekhalifahan Ummayah dan Abbasiyah menyerang kerajaan dari dinasti Chakulkya dan Gurjara-Pratihara.

Ilustrasi [image source]
Perang besar yang terjadi selama puluhan tahun memberikan kemenangan dari kerajaan di India. Pasukan dari kerajaan Islam kalah karena tak kuat melawan hebatnya pasukan India yang menggunakan gajah-gajah tempur terlatih.

Inilah lima pertempuran gajah tergahar yang pernah menggoncang dunia ini. Semoga perang dengan gajah tidak pernah terjadi lagi. Akibat perang-perang di atas, populasi gajah semakin menipis di alam liar. Bahkan bisa menjadi punah di kemudian hari.

Share
Published by
Adi Nugroho

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

4 days ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

6 days ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

2 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

2 weeks ago