Imajinasi kita tentang penjara tidak pernah bagus. Mengingat ini adalah tempatnya orang-orang yang berbuat salah dikumpulkan, maka bayangan kita biasanya sudah pasti tentang tempat kotak-kotak berjeruji yang di dalamnya sangat kotor. Belum lagi rivalitas di sana yang sangat kuat dan bahkan sampai ada macam-macam geng penjara yang bikin tempat ini makin horor lagi.
Tak menampik jika di pemandangan seperti itu memang ada, tapi tak semua penjara angker seperti itu. Beberapa ternyata mengemas lembaga pemasyarakatan yang bikin ngilu itu dengan lebih manusiawi. Ada yang memelintir kesan angkernya dengan lukisan-lukisan unik di dinding, ada pula yang tak tanggung-tanggung dengan memberikan fasilitas layaknya kamar kos atau apartemen.
Nah, berikut adalah penjara paling humanis yang ada di dunia. Indonesia juga masuk nih dalam salah satu daftarnya.
Penjara Halden sangat berbeda dari yang sering kita bayangkan. Tak ada kesan suram atau horor mencekam, di sini justru terasa suasana yang sangat syahdu, tenang dan penuh dengan hal-hal positif. Kita takkan menemukan teralis-teralis besi di sini, yang ada justru ruangan asyik yang lebih nyaman dari kos-kosan level menengah.
Dari luar penjara San Pedro di Bolivia nampak tak ada bedanya dari kebanyakan rutan. Namun begitu masuk ke dalam kita akan disuguhkan pemandangan yang luar bisa. Sama sekali tak nampak suasana wajah muram sambil mengantri makanan seperti yang ada di dalam film-film, justru di sini nuansanya begitu hidup dengan hiruk pikuk manusia.
Penjara umumnya adalah tempat untuk memperbaiki diri dan merenungi dosa-dosa, namun penjara Otage yang ada di Selandia Baru ini menawarkan konsep lain. Ya, tentu saja para napi yang ada di sini harus merenungi kesalahan mereka, namun pengelola penjara juga sekaligus meng-encourage mereka agar lebih semangat bekerja. Hasilnya? Super sekali seperti kata Pak Mario Teguh.
Money rule the world, begitu kata orang-orang kapitalis. Memang benar sih, dengan uang kita bisa melakukan apa pun. Termasuk menyewa kamar-kamar indah yang ada dalam sel. Rutan Pondok Bambu yang ada di Jakarta ini misalnya, di sana kita bisa menyewa sel dengan spesifikasi tertentu sesuai dengan budget yang kita miliki.
Mindset penjara yang buruk itu, akan lebur seketika saat melihat Justice Center yang ada di Austria ini. Mewah, punya detail ornamen keren, sampai sel-selnya yang mirip kamar hotel kelas bisnis, adalah pemandangan yang bakal kita saksikan di sana. Alih-alih sebagai tempat para narapidana insyaf, tempat ini justru seperti hotel untuk libur sepekan.
Sejahat-jahatnya napi, mereka pasti punya sisi lain. Biasanya ini adalah tentang keluarga. Nah, hal ini pun dilihat sebagai hal yang perlu dipertimbangkan untuk direalisasikan dalam bentuk fasilitas oleh pengelola lapas Aranjuez, Spanyol. Hingga akhirnya mereka membuat sel khusus yang digunakan sebagai ruang keluarga.
Penjara tak selalu tentang tempat suram, buktinya deretan tempat di atas. Alih-alih menyediakan sel kusam penuh tikus dan toilet busuk, para pengelola lapas tersebut mengemas tempat hukuman ini menjadi sangat manusiawi. Para narapidana pun betah di sana. Bahkan tinggal di penjara tersebut jadi pengalaman seru yang positif dan meninggalkan kesan mendalam.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…