Beberapa waktu terakhir, judi online (judol) menjadi buah bibir yang tak ada habisnya untuk dicibir. Bagaimana tidak? Sudah banyak individu atau keluarga Indonesia yang tumbang dan berkesusahan gara-gara permainan ‘setan’ ini. Sudah banyak contoh dari akibat, tapi kian hari, kian banyak orang menyukainya.
Sempat mencuat kabar korban judol bakal mendapat bantuan sosial. Namun wacana ini terpental setelah mendapat banyak hujatan dari masyarakat yang kebanyakan khawatir, uang bantuan itu justru jadi modal untuk hobi berujung neraka ini.
Pemerintah bukannya angkat tangan terhadap serangan situs-situs judi online yang menghabiskan kocek masyarakat Indonesia. Berbagai upaya dilakukan agar semakin banyak orang yang sadar akan bahayanya pertaruhan secara daring ini.
Untuk mempersiapkan keluarga yang sejahtera, bahagia, dan tangguh dari penyakit masyarakat ini, Kementerian Agama melakukan ‘jemput bola’ dengan meminta seluruh penghulu dan penyuluh pernikahan untuk melakukan edukasi akan bahaya judi online kepada calon pengantin.
Dikutip dari antaranews.com, Kepala Subdirektorat Bina Kepenghuluan Kemenag RI, Anwar Saadi menjelaskan bahwa bimbingan bagi calon suami dan istri tersebut mencakup peran serta tanggung jawab keduanya dalam membina dan menjaga keutuhan rumah tangga.
Menurut Anwar, materi tentang bahaya judi online ini bakal menjadi materi yang penting dalam penyuluhan pernikahan. Selain itu, diharapkan bimbingan ini akan menjadi bahan edukasi bagi jamaah binaan penyuluh agama di seluruh Tanah Air.
Secara spesifik Anwar menjelaskan bahwa wacana edukasi darurat judi online dari penghulu atau penyuluh kepada calon pengantin merupakan dukungan kepada Satgas Judi Online yang dibentuk pemerintah untuk menangani masalah yang makin menari di atas penderitaan masyarakat.
Anwar menekankan, bangsa Indonesia harus sadar dahsyatnya akibat buruk yang disebabkan oleh ketagihan judi online. Pasalnya, dampak judi online tak hanya dialami oleh masyarakat kecil, mereka yang berpendidikan tinggi dan sudah bekerja pun juga rentan terjerat oleh judol. Masih hangat dalam ingatan kita, seorang Polwan di Mojokerto membakar suami, yang juga seorang polisi akibat tabungannya dipakai untuk berjudi secara daring..
Judi online tak hanya melanggar hukum pidana, namun juga bisa menyebabkan seseorang menjadi depresi akibat terjerat hutang. Selain kabar pilu tentang keluarga polisi di Mojokerto, semakin sering juga terdengar berita tentang bunuh diri, kekerasan dalam rumah tangga, hingga perceraian. Hampir semuanya bersumber dari satu hal, yaitu judi online.
BACA JUGA: 2 Anggota DPR RI Diduga Terlibat Judi Online, 58 Orang Staf di DPR Juga Terseret
Dengan edukasi tentang judi online kepada calon pasangan suami dan istri, setidaknya ada himbauan bagi mereka mengenai bahaya-bahaya dari aktivitas tersebut. Sebuah pengingat bahwa lebih penting untuk membahagiakan keluarga daripada bandar judi yang menyedot habis harta dan kebahagiaan Anda.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…