in

4 Pendapat Try Sutrisno yang Membuktikan Kontribusinya Pada Indonesia Tak Pernah Padam

Beberapa waktu lalu Try Sutrisno yang merupakan wakil dari Presiden Soeharto menjadi perbincangan di jagad maya. Bagaimana tidak? Ada kabar berita bahwa beliau telah meninggal dunia. Ya, tetapi ternyata berita ini hanyalah kabar burung biasa. Orang yang meninggal sebenarnya adalah tetangganya.

Pak Try Sutrisno memang terkenal sebagai wakil presiden dari kalangan militer yang tentu kinerja untuk membela Indonesia tak diragukan lagi . Tidak heran jika semangatnya dalam berkontribusi untuk Indonesia masih terasa hingga saat ini. Misalnya saja beberapa tahun terakhir ini, beliau sangat suka berpendapat tentang apa yang ada di negara tercinta kita ini. Contohnya adalah Pendidikan Pancasila yang tak boleh dicampur dengan Kewarganegaraan. Tidak hanya itu, ada banyak lagi pendapat-pendapat yang beliau keluarkan.

1. Indonesia dibangun dengan konsepsi besar

Pada  salah satu Seminar Nasional , wakil Presiden Soeharto ini mengatakan bahwa Negara Indonesia adalah negara besar yang dibangun dengan konsepsi besar yakni Pancasila. Pancasila dianggap sebagai pemersatu suku, budaya, agama dan adat yang berada di seluruh Indonesia.

Try Sutrisno di seminar nasional menjelaskan pamcasila [Sumber Gambar]
Beliau menjelaskan jika kebesaran martabat Indonesia tidak hanya diukur dari jumlah populasinya yang banyak tetapi dari keberhasilan melahirkan Pancasila yang merupakan keagungan bangsa Indonesia. Tak hanya itu, ia menginginkan jika Pendidikan Pancasila harus fokus dan tidak dicampur dengan Pendidikan Kewarganegaraan karena perannya yang sangat amat penting.

2. PKI menang, kamu semua hilang

Gerakan 30 S PKI memang tak pernah hilang dari ingatan masyarakat Indonesia. Sampai saat inipun juga masih banyak yang membahas. Seperti 26 Oktober tahun 2017 lalu di acara kuliah umum yang bertempat di Kantor PARA Syndicate, Kebayoran Baru.

mengomentari dokumen rahasia AS tentang TNI yang ikut terlibat pemberontakan PKI [Sumber Gambar]

Try Sutrisno menjelaskan jika TNI tidak terlibat dalam pembantaian anggota atau simpatisan Komunis Indonesia. Mereka hanya memberantas PKI. “Tanpa TNI, PKI Menang, kamu semua ini hilang”. Sampai saat ini ia bersikeras untuk membela para Tentara Indonesia waktu itu. Karena ia yakin, apa yang dikatakannya adalah benar.

3. Indonesia jangan takut disadap

Isu tentang penyadapan yang terjadi pada tahun 2014 lalu sempat meresahkan warga Indonesia, khususnya di bidang pemerintahan. Berawal dari laporan New York Times dan Canberra Times yang mengulas soal jutaan pelanggan PT Telkomsel terkena penyadapan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) dan Direktorat Intelijen Australia.

Try Sutrisno mengingatkan Indonesia agar tak takut untuk disadap [Sumber Gambar]
Melihat ketakutan yang ada di masyarakat Indonesia, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) ini mulai berpendapat kembali. “Kalau negara besar, itu sudah logis mau memonitor kita, menyadap. Tidak usah ribut dengan itu. Kalau negara lain mau menyadap, sudah, itu kelakuan dialah. Ngapain kita harus takut atas penyadapan”. Tak hanya itu, Wakil Presiden RI tahun 1993-1998 ini mengatakan jika tugas kita adalah bagaimana cara untuk menghindari penyadapan ini. Menurutnya, jika masyarakat hanya takut tanpa melakukan apa-apa, itu sama saja dengan membiarkan penyadapan terjadi.

4. Pak Harto tidak butuh gelar pahlawan

Setelah Bapak Soeharto meninggal dunia, terdapat wacana pemberian gelar pahlawan untuk almarhum. Itu semua karena jasa-jasa yang diberikan untuk rakyat Indonesia. Mendengar gelar pahlawan yang disematkan untuk Pak Soeharto, Mantan Wakilnya ini tak tinggal diam.

Pak Harto tidak butuh gelar pahlawan [Sumber Gambar]
Pak Try Sutrisno mengatakan “Silakan saja, Pak Harto tidak butuh itu (gelar pahlawan nasional), Pak Harto itu amalnya ikhlas, Allah yang menilai,”. Dari hal itu bisa disimpulkan jika untuk berterima kasih tak perlu memberi gelar pahlawan secara berlebihan. Karena yang bisa memberi gelar tersebut adalah Sang Pencipta.

Memang semangat Pak Try Sutrisno dalam membela Indonesia tak pernah padam. Contohnya saja dengan kontribusinya saat ini yaitu mengeluarkan pendapatnya yang dirasa mampu untuk memberi pengaruh baik kepada warga Indonesia. Walaupun tak seberapa dan dianggap remeh, ini adalah bukti kasih sayang Pak Try Sutrisno terhadap negara tercinta kita ini.

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Inilah 4 Fakta Betapa ‘Agung’ Sosok Jenderal Soedirman di Jepang, Indonesia Bagaimana?

Intip 5 Fakta Korea Selatan, Negara yang Jadi Kiblat Fashion Seluruh Dunia