Alcatraz [Image Source]
Penjara sudah barang tentu didesain dengan ketat agar tidak ada kriminal yang bisa melepaskan diri dan kabur dari hukuman. Tapi, bahkan penjara paling ketat pun tidak menghentikan usaha pelarian diri dari orang-orang yang dipenjara di dalamnya.
Dua dari pelarian terakhir dari Alcatraz mungkin adalah pelarian yang paling terkenal dan rumit yang pernah terjadi. Pelarian besar-besaran tersebut meninggalkan banyak pertanyaan yang tidak terjawab.
Alcatraz adalah sebuah lembaga permasyarakatan federal dengan keamanan tingkat maksimal yang didirikan di pulau Alcatraz, lepas pantai San Fransisco, California. Bangunan ini dulunya digunakan sebagai penjara militer Amerika Serikat. Namun pada tahun 1933, bangunan tersebut beserta pulau di sekitarnya diambil oleh departemen peradilan Amerika Serikat. Setelah dilakukan beberapa penyesuaian, maka jadilah penjara dengan sistem keamanan tertinggi.
Dengan keamanan seperti itu, tidak heran jika semua orang berpikir bahwa penjara tersebut tidak akan bisa ditembus. Penjara ini juga terkenal sebagai yang paling keras karena menahan beberapa kriminal paling berbahaya dan ahli kabur di Amerika.
Dari 14 usaha kabur tersebut, hanya ada satu yang berpotensi sukses. Hal tersebut terjadi pada 11 Januari 1962 ketika Frank Morris dan dua bersaudara John dan Clarence Anglin kabur dari Alcatraz. Ketiganya bukanlah pembunuh, tapi punya sejarah perampokan bersenjata dan memperdagangkan obat-obatan terlarang. Mereka dikirim ke Alcatraz karena terus saja kabur dari penjara lainnya.
Mereka melakukan semua ini selama satu jam setiap harinya saat ada latihan music agar tidak terdengar oleh penjaga. Setelah lubang yang dibuat cukup besar, mereka memanjat ke ruangan di atap tempat mereka menyiapkan peralatan lainnya. Di sinilah mereka membuat jaket pelampung dan dua perahu karet yang terbuat dari jas hujan. Mereka bahkan membuat kepala palsu yang realistis dari tissue toilet dan sabun yang ditempeli rambut sebagai penyamaran saat penjaga melakukan patrol rutin.
Tidak lama setelah sirine berbunyi dan pencarian besar-besaran dilakukan, polisi menemukan sisa-sisa jas hujan dan potongan alamat keluarga dan teman Anglin bersaudara. Tapi ketiga tahanan tersebut tidak ditemukan dimanapun. Kasus ini tetap terbuka selama 17 tahun sebelum akhirnya ditutup dan disimpulkan bahwa mereka kemungkinan tenggelam dan tidak selamat.
Informasi penting lainnya adalah bahwa seorang pekerja di Alcatraz melihat perahu yang diam mengapung di laut dekat pulau penjara tersebut pada pukul 1 dini hari saat mereka kabur. Karena pulau dan wilayah laut ini terlarang, maka seharusnya tidak ada perahu yang boleh memasuki tempat tersebut. Tidak lama kemudian, perahu tersebut menyalakan mesinnya dan pergi, jadi banyak orang berpikiran bahwa ketiga tahanan tersebut mungkin naik perahu tersebut dan kabur.
Selama beberapa tahun, beberapa orang mengaku melihat dua bersaudara ini. Bahkan ada foto yang menunjukkan dua orang pria di Rio de Janiero tempat mereka tinggal saat itu. Bahkan seorang keponakan mengungkapkan bahwa pamannya memang selamat dan tinggal di Brazil.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…