Setelah tahunan berlalu tanpa ada kejelasan, kasus penyiraman air keras di wajah Novel Baswedan kini memasuki babak baru. Ada dua sosok yang sudah menjadi tersangka dan diamankan oleh kepolisian. Sosok bernama Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis adalah dua orang anggota aktif kepolisian.
Penyiraman air keras ini ternyata memang sudah direncanakan dan berdasar pada kebencian pribadi. Sekarang, kasus ini sedang dalam proses, lalu kemarin (11/6) keduanya sudah menjalani sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Meski begitu, banyak yang menilai adanya kejanggalan selama proses sidang berlangsung. Untuk lebih jelasnya, simak dalam ulasan berikut ini!
Berdasarkan keputusan dari pengadilan, keduanya terbukti melakukan penganiayaan berat secara terencana. Kedua pelaku memang memantau rumah Novel sebelum melancarkan aksinya. “Tolong dicatat, saya enggak suka sama Novel karena dia pengkhianat.”
Penyiraman wajah Novel ini sendiri hampir masuk dalam list kasus yang sulit karena pelakunya tak jelas –sebelum dua orang ini tertangkap. Sayangnya, keputusan jaksa membuat netizen kecewa, karena jaksa hanya menuntut ringan kedua pelaku dengan hukuman masing-masing 1 tahun penjara.
Meski hukuman ringan berdasarkan beberapa pertimbangan dari jaksa, Tim Advokasi Novel merasa bahwa ada hal-hal janggal yang terjadi selama sidang berlangsung. Yang pertama, jaksa hanya mendakwa terdakwa dengan Pasal 351 dan Pasal 355 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP terkait penganiayaan.
Kasus ini sudah bergulir lama dan pelik, saat sudah ditemukan pelakunya, mereka malah dihukum dengan sangat ringan, maka dalam hal ini Novel Baswedan angkat suara selaku korban. Novel mengaku merasa malu akibat terus menerus mengkritisi kecacatan, karena dirinya sejak awal persidangan sudah melihat banyak sekali permasalahan. “Dalam sidang ini begitu nekat, permasalahan di semua sisi terjadi dengan terang. Saya sudah tanggapi dengan tidak percaya sejak awal, hingga malu sebenarnya terus mengkritisi kebobrokan ini,” ujar Novel, melansir kumparan.com.
BACA JUGA: Kisah Novel Baswedan, Penyidik KPK yang Sukses Ungkap Kasus Korupsi Besar di Indonesia
Penyelesaian kasus ini membuktikan bahwa tak adanya keberpihakan hukum terhadap korban kejahatan, malah memberikan sejumlah keringanan kepada orang yang jelas bersalah dan hampir menghilangkan nyawa orang lain. Tak hanya Novel saja yang kesal dengan hal ini, para pakar hukum juga mengkritik tajam hasil kebijakan sidang tersebut. Kalau menurut kalian bagaimana guys?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…