Categories: Lucu

5 Pejabat Luar Negeri yang Mundur karena Alasan Sepele, Petinggi Indonesia Wajib Berkaca!

Menjadi seorang pejabat atau wakil rakyat sejatinya tidak semudah seperti apa yang orang pikirkan. Terlepas dari segala kemewahan, banyak tanggung jawab yang menanti mereka. Bahkan tak jarang ada pula para pejabat yang sampai “hampir gila” hanya untuk memikirkan nasib rakyat.  Oleh sebab itu kadang sebagian orang enggan berhadapan dengan tanggung jawa sebesar itu.

Seperti beberapa pejabat ini, lantaran melakukan kesalahan kecil, ternyata mereka sampai rela mengundurkan diri dari jabatannya. Bukan karena apa, wakil rakyat itu malu dan merasa tidak bisa melakukan tanggung jawab. Lalu siapa saja mereka itu? Simak ulasan berikut.

Terlambat hanya satu menit, pejabat pilih mengundurkan diri

Ada-ada saja kelakuan pejabat yang satu ini, lantaran merasa malu terlambat satu menit, dia memutuskan untuk mengundurkan diri saja. Ya, dialah Michael Bates salah satu menteri utama di Inggris. Tentu adanya kejadian tersebut sempat membuat kaget para pejabat lain yang sedang duduk bersiap melakukan rapat. Usut punya usut,pejabat yang satu ini melakukan aksi tersebut lantaran merasa malu atas ketidaksopanan yang telah dilakukan.

Michael Bates [image source]
Alhasil semua yang duduk di meja rapat tersebut menyatakan ketidakrelaan dan penolakan atas aksi Bates ini. Menurutnya, permintaan maaf darinya sudah cukup dan semua mengapresiasi rasa tanggung jawab besar yang dia miliki. Kalau di Indonesia  sih, jangankan terlambat, bisa hadir rapat saja sudah beruntung.

Staf kecemplung korupsi, pejabat Jepang mundur karena malu

Mantan menteri ekonomi Jepang Akira Amari, sempat menggegerkan publik Jepang. Pasalnya pengunduran dirinya melakukan pengunduran diri secara tiba-tiba. Usut punya usut, ternyata semua itu dilakukan atas tuduhan korupsi kepadanya. Namun setelah ditelusuri lebih dalam, mantan menteri ini ternyata tidak melakukan apa yang sudah dituduhkan.

Akira Amari [image source]
Malahan justru para stafnyalah yang terbukti melakukan tindak korupsi. Lantaran malu, sebagai seorang pemimpin yang tidak bisa mendidik anak buahnya. Selain itu dia merasa telak merusak kepercayaan pemerintah dan masyarakat Jepang terhadapnya. Salut ya dengan pejabat satu ini, gak perlu kucing-kucingan atau pura-pura sakit, langsung mundur padahal hanya kena tuduhan yang belum terbukti.

Ketahuan plagiat, mendiknas Jerman mengundurkan diri

Beda lagi dengan yang ada di Jerman, salah seroang menteri bernama Annette Schavan, ternyata melakukan pengunduran diri dengan alasan yang tak terduga. Menteri yang diangkat tahun 2005 ini rupanya diduga melakukan plagiarisme “ringan” dalam upaya mendapatkan gelar pendidikannya.

Annette Schavan [image source]
Hal ini diungkap oleh salah seorang blogger yang sengaja menggunakan nama palsu. Lantaran mengaku malu dengan plagiarisme ringan itu Schavan memilih mundur dari jabatan yang selama ini ditempatinya.

Bantu mantan pacar urus visa, pejabat Inggris turun jabatan

Mantan menteri Inggris David Blunkett, ternyata juga menggundurkan diri dengan alasan yang lumayan edan. Bayangkan saja, dirinya rela melepas jabatan lantaran ketahuan membantu mantan pacarnya dalam mengurus visa. Semua itu diawali saat mantan kekasih Blunkett bernama Quinn sedang kesusahan mengurus visa pengasuh bayinya yang berasal dari Filipina.

David Blunkett [image source]
Ketimbang di depak dari negara tersebut, alhasil Quinn meminta “bantuan” Blunkett untuk mempercepat proses perpanjangan visa pengasuh bayi mantan kekasihnya itu. Namun sayang aksi “mempercepat” visa ini sudah tercium publik, lantaran malu Blunkett pilih mengundurkan diri saja.

Traktir para relawan makan, menteri rela mengundurkan diri

Kembali lagi ke Jepang, ada kisah lain para pejabat yang mengundurkan diri dengan alasan yang tidak diduga. Yuko Obuchi adalah mantan menteri perdagangan dan industri di Jepang. Dalam satu kegiatan ternyata wanita yang satu ini menggunakan anggaran negara untuk mentraktir para relawan yang memang lelah dalam membantu.

Yuko Obuchi [image source]
Beberapa waktu kemudian lantaran merasa melakukan hal yang salah, alhasil Yuko memilih mengundurkan diri dari jabatannya. Tentu hal ini jadi tamparan keras pada pemerintahan Shinzo Abe waktu itu, pasalnya Yuko adalah salah satu menteri yang diandalkan dalam menstabilkan ekonomi Jepang.

Rasa bertanggung jawab mereka mungkin dianggap terlalu berlebih, namun menjadi bukti kalau memang amanah harus benar-benar dijaga. Mungkin hal ini bisa jadi pelajaran, bukan hanya untuk para pejabat, namun juga kita semua jika diberi tanggung jawab.

Share
Published by
Arief

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

1 week ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago