Berbagai upaya terus dilancarkan oleh kelompok pro kemerdekaan Papua agar tujuan mereka tercapai. Seperti yang dikabarkan baru-baru ini, Ketua The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda dikabarkan ikut hadir di Sidang Umum PBB ke 74 pada tanggal 23-28 September 2019 melalui delegasi Vanuatu.

Menariknya, pihak Indonesia juga diwakili oleh Nick Messet yang merupakan mantan petinggi OPM di acara penting tersebut. Datang membawa nama sebuah bangsa yang besar, jelas sosoknya bukanlah orang sembarangan. Meski sempat tergabung dengan kelompok separatis, kini dirinya hadir kembali membela kedaulatan NKRI atas Papua.

Ikut sebagai delegasi Indonesia di Sidang Umum PBB ke-74

Indonesia yang menjadi salah satu peserta di Sidang Umum PBB ke 74, turut mengirimkan utusanya untuk menghadiri acara tersebut. Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla menjadi pemimpin delegasi dengan ditemani tiga orang warga negara Indonesia yang berasal dari Papua. Salah satunya adalah Nick Messet.

Nick Messet (dua dari kiri) mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri sidang umum PBB di New York [sumber gambar]
Kami diminta Ibu Menlu mendampingi Pak Jusuf Kalla. Ketiganya adalah saya, Pak John dan Pak Maichel Manufandu, ujar Nick yang dikutip dari Kabar Papua. Tak hanya itu, keberadaan Nick dan dua orang Papua lainnya, tercatat baru pertama kali di Indonesia karena mendampingi Wapres RI dalam acara formal seperti Sidang Umum PBB.

Mantan petinggi OPM yang kini membela Indonesia

Diketahui, Nick dulunya merupakan mantan petinggi dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), dengan jabatan sebagai Menteri Luar Negeri. Melihat posisinya tersebut, jelas dirinya bukanlah orang biasa. Namun kini, ia telah kembali membela Indonesia. Khususnya hal-hal yang mengenai Papua.

Nick Messet bersama Michael Manufandu [sumber gambar]
Tak hanya itu, Nick juga menjadi Konsulat Kehormatan Negara Nauru di Jakarta. Meski demikian, ia tak diijinkan masuk ke ruangan jika ikut sebagai delegasi untuk Nauru. Sebaliknya, Nick baru mendapat izin jika ikut melalui delegasi Indonesia. Wajar jika sosok dan dirinya jarang didengar karena ia telah lama bermukim di Swedia selama ini.

Jadi saksi bahwa isu Papua sudah tak relevan lagi diangkat di forum PBB

Menariknya, isu mengenai Papua ternyata tidak banyak negara yang menanggapi dalam sidang umum PBB. Nick menyebut, hanya negara-negara kecil yang selalu ingin mengangkat permasalahan Papua di sidang umum PBB, seperti Vanuatu, Palau dan Marshall Island.

Nick Messet bersama dua orang Papua lainnya yang menjadi delegasi Indonesia [sumber gambar]
Hanya negara-negara kecil di Pacific yang selalu mau angkat soal Papua di SU PBB tahun ganti tahun. Tetapi tidak pernah ada perubahan, jalan ditempat terus,” kata Nick yang dikutip dari Pos Papua. Ia juga menegaskan, Benny Wenda yang selama ini getol memperjuangkan kemerdekaan Papua juga tidak terlalu aktif seperti tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Cerita Panglima OPM yang Akhirnya Balik ke Pangkuan NKRI Karena Merasa Ditipu Kelompoknya

Semakin banyak dari mereka yang sadar, bahwa usaha memisahkan Papua dari Indonesia tak lebih dari upaya yang sia-sia. Hal ini selaras dengan apa yang telah disaksikan oleh sosok Nick Messet di atas, bahwa mengangkat isu mengenai Papua di Sidang sekelas PBB, nyatanya ditolak oleh banyak negara.