Masalah kemiskinan memang jadi hal yang pelik bagi banyak masyarakat dunia, tidak hanya Indonesia. Oleh sebab itu bahkan sampai saat ini organisasi dunia pun masih kewalahan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Akibatnya, banyak daerah di belahan dunia ini yang mungkin melakukan hal yang terduga hanya untuk bertahan hidup dari kemiskinan.
Seperti yang dilakukan beberapa warga di India ini, dimana mereka bahkan mengkosumsi tikus hanya untuk makan. Uniknya tanpa merasa jijik, mereka setiap hari melakukannya. Lalu kenapa sampai ada kemelaratan parah yang mengakibatkan mereka melakukan hal itu? Simak ulasan berikut.
Umumnya kalau melihat binatang yang satu ini, orang-orang akan langsung lari terbirit-birit atau malah memburunya. Ya, tikus bisa dibilang sebagai salah satu hama yang merugikan baik untuk petani maupun rumah tangga. Namun ada gambaran yang berbeda di salah satu desa di India, bagaimana tidak pasalnya di sana ternyata binatang ini malah dicari untuk dimakan.
Selama ini mungkin kita mengenal kasta agama Hindu ada empat tingkatan. Brahmana (Pendeta) , Ksatria, Waisya (Pedagang) dan Sudhra (rakyat biasa) . Namun ternyata masih ada lagi Pariya yang berisi orang-orang yang berprofesi jadi pembantu bahkan budak. Tetapi di bawah itu, beberapa masyarakat India menempatkan orang-orang Musahar di bawahnya.
Jitan Ram Manjhi, Menteri Utama negara bagian Bihar dari tahun 2014 hingga 2015 sempat mengatakan kalau pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengubah masa depan. Oleh sebab itu segala upaya dilakukan agar masyarakat Musahar dapat juga merasakan bangku sekolah.
Namun siapa sangka pendapat berbeda justu muncul dari orang yang hidup disekitar Bihar sendiri. Dilansir dari Kumparan, banyak orang yang mengeluh atas nasib orang-orang pemakan tikus ini. Memang benar kalau pemerintahan sudah berganti namun kehidupan mereka tetap seperti ini, bahkan sudah sejak dulu begini.
BACA JUGA: Hiware Bazar, Desa Paling Miskin di India yang Tiba-tiba Penduduknya Mendadak Kaya
Sejatinya kebiasaan memakan tikus yang dilakukan oleh penduduk ini adalah imbas dari kemiskinan yang ada. Mau bagaimana lagi, dengan penghasilan tak sampai 20 ribu maka segala cara dilakukan untuk bertahan hidup. Sependapat dengan beberapa orang di atas mungkin hanya pendidikan yang mampu menyelamatkan mereka.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…