Menikah dan membangun keluarga tentu menjadi keinginan kebanyakan orang. Tapi sepertinya tidak semua orang yang memutuskan untuk menikah memiliki niat atau tujuan tersebut di dalam kepalanya. Setidaknya hal tersebut tidak ada di benak beberapa wanita ini.
Baca Juga : 7 Wanita Paling Cantik Se-Dunia Tahun 2015, Awas Kesengsem!
Beberapa wanita berikut ini justru memiliki hobi menikah dan membunuh pasangan bahkan anggota keluarganya yang lain. Dengan menggunakan racun, mereka menjadi wanita-wanita yang berbahaya. Menggoda pria dengan pesonanya sebelum kemudian membunuh mereka.
Pada pertengahan tahun 1860an, keluarga Lydia Sherman mengalami kesulitan ekonomi gara-gara suaminya yang tidak bekerja dan 6 anak yang harus diasuhnya. Ia berpikir bahwa bercerai hanya akan membuang banyak uang dan waktu. Sedangkan racun adalah barang yang lebih murah dan mudah digunakan.
Lydia kemudian menikah dengan seorang petani tua yang kaya, tapi juga berakhir dengan membunuh pria tersebut setahun kemudian. Lagi-lagi Lydia kemudian menikah dan juga meracuni suami ketiganya. Sejak tahun 1864 hingga 1871, ia telah meracuni 10 orang hingga tewas. Karena saat itu wanita tidak mendapatkan hukuman mati, ia menerima hukuman penjara seumur hidup.
Suami pertama Marie meninggal karena radang selaput dada pada tahun 1927. Setahun kemudian ia menikah dengan Leon Besnard yang memiliki orang tua kaya raya karena warisan. Marie kemudian mengajak mertuanya untuk ikut tinggal bersama ia dan suami barunya.
Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan kematian yang janggal ini kemudian melakukan pemeriksaan. Hasil otopsi menemukan adanya arsenik dalam dosis besar di tubuh Leon. Mayat-mayat yang berhubungan kemudian digali dan ditemukan racun di tubuh mereka semua. Sejak tahun 1927-1949, Marie telah meracuni 11 orang termasuk kedua orang tua dan dua sepupunya sendiri demi mendapatkan harta warisan dari mereka.
Hidup Mary Ann Cotton terlihat menyedihkan bagi sebagian orang. Bagaimana tidak, ayahnya meninggal dunia saat masih kecil. Di pernikahannya yang pertama, 4 dari 5 anaknya yang masih kecil meninggal karena sakit lambung. Tidak lama kemudian, suaminya meninggal karena masalah usus. Ketika ia menikah lagi, rentetan kematian terus mengikuti. Total 8 orang anak kandungnya, 3 suami, 1 orang kekasih, ibunya, dan seorang pria yang curiga dengan keadaannya meninggal dunia.
Vera Renczi adalah seorang bangsawan kaya raya yang terlahir di Bucharest, Romania. Penampilannya yang cantik sama sekali tidak menggambarkan kengerian yang tersembunyi di gudang bawah tanahnya. Pada tahun 1920a, suami pertamanya tiba-tiba menghilang setelah Vera melahirkan putra pertama mereka. Ia mengaku suaminya kabur dengan wanita lain dan para tetangga percaya dengan ceritanya. Padahal tubuh suaminya sudah membusuk di dalam peti mati yang tersembunyi di gudang bawah tanahnya.
Sedikit saja ada gelagat bahwa kekasih atau suaminya berselingkuh, maka ia akan membunuhnya dengan racun karena rasa cemburu yang dirasakannya. Ia kemudian akan menyimpan mayatnya di peti mati di gudang agar mereka tetap dekat dengannya selamanya. Dengan 35 peti berisi mayat yang ditemukan di gudangnya, ia tidak bisa mengelak lagi dan akhirnya dihukum penjara seumur hidup.
Tahun 1881, Thomas Higgins pindah ke rumah Catherine dan Margaret Flanagan bersama istri dan putrinya yang masih kecil. Tidak lama kemudian, istri Thomas Higgins meninggal. Ia pun mendapatkan pelarian dalam pelukan Margaret dan tidak lama kemudian menikahnya. Tapi setelah menikah, putri Thomas Higgins juga meninggal dunia dan tidak lama kemudian ia juga meninggal dengan gejala yang mirip disentri.
Saudara Thomas Higgins merasa ada yang tidak beres sehingga melaporkan kejadian ini kepada polisi. Ternyata ditemukan jejak arsenik di mayat mereka. Thomas Higgins dan keluarganya ternyata bukan korban pertama dua bersaudara ini. Ada mayat putra Catherine sendiri dan seorang penyewa kamar muda yang juga tewas karena diracun. Motifnya sederhana, yaitu ingin mendapatkan uang asuransi. Pada tahun 1884, keduanya dihukum gantung atas kejahatan tersebut.
Secara teknis, dua wanita ini tidak menikah beberapa kali dan membunuhi suami-suaminya dan anak-anaknya. Namun ia membantu para wanita melakukan hal tersebut. Pada masa Perang Dunia Pertama, Julia Fazekas tiba di sebuah desa kecil di Hungaria untuk bekerja sebagai bidan. Tidak ada yang peduli bagaimana suaminya tiba-tiba hilang saat perjalanan.
Antara tahun 1914 hingga 1929, mereka bertanggungjawab atas kematian setidaknya 300 orang tapi hanya mendapatkan tuduhan atas kematian 100 orang. Dari 38 wanita yang ditangkap, 26 orang disidang. Julia Fazekas bunuh diri dengan minum racunnya sendiri, sementara Susannah Olah dihukum mati.
Pada pertengahan abad ke-17 di Eropa, wanita menginginkan dua hali: kulit putih bersinar dan uang. Saat itulah Signora Giulia Tofana tampil sebagai penjual kosmetik, sekaligus racun. Ia menjual Aqua Tofana, sebuah cat wajah yang mengandung arsenik. Ia akan menyarankan pelanggan untuk mengoleskan kosmetik tersebut di wajah, leher, dan belahan dada sebelum para wanita tersebut bertemu suaminya. Tapi, para wanita tersebut dilarang menelan serbuk tersebut.
Baca Juga : 6 Daerah di Indonesia Ini Terkenal dengan Penduduk Wanita yang Cantik-cantik
Mengerikan sekali jika sampai seseorang membunuh hanya demi harta seperti yang dilakukan para wanita ini. Sepandai apapun mereka menyembunyikan kejahatannya, toh pada akhirnya kejahatan mereka tetap terungkap juga.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…