Selama ini pemerintah hanya mengenalkan istilah ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan), di tengah penyebaran wabah virus corona. Mereka yang memiliki status tersebut, masih belum dipastikan positif menderita Covid-19. Namun belakangan, pemerintah kembali memperkenalkan status baru yakni OTG.
OTG sendiri merupakan singkatan dari Orang Tanpa Gejala, di mana mereka justru dikhawatirkan dapat menularkan virus meski tampak terlihat sehat. Status tersebut diperbarui oleh Kementerian Kesehatan pada 27 Maret 2020, dalam pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19. Selengkapnya, simak ulasan Boombastis berikut ini.
Mereka yang dilabeli sebagai OTG, memang secara lahiriah terlihat sehat dan seolah tak memiliki gejala sebagai penderita Covid-19. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona COVID-19, Achmad Yurianto menjelaskan, kelompok OTG ini diyakini memiliki kontribusi atas meningkatnya kasus positif corona setiap harinya.
Lebih lanjut, para OTG ini ikut menyebarkan wabah karena di dalam tubuhnya terdapat virus namun tidak disadari karena merasa sehat. Penularannya sendiri melalui percikan ludah, dan droplet (tetesan) melalui batuk, bersin, dan berbicara pada orang lain dengan jarak yang dekat.
Mereka yang berpotensi menjadi OTG adalah individu yang melakukan kontak fisik atau berada pada ruangan dengan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid-19, dalam radius 1 meter. Bisa dibilang, mereka ini memiliki kontak erat dengan PDP yang statusnya telah positif menderita Covid-19.
Dilansir dari Kompas.com (04/04/2020) mereka yang berpotensi menjadi OTG adalah petugas kesehatan yang merawat pasien Covid-19 tanpa dibekali dengan alat pelindung diri (PAD) lengkap, orang yang berada di dalam satu ruangan dengan pasien Covid-19, dan mereka yang pernah bepergian bersama dalam radius 1 meter.
Tak salah jika OTG disinyalir menjadi jalan penularan virus lainnya kepada orang lain. Selain karena mereka terlihat sehat seolah tidak memiliki gejala yang mengarah pada Covid-19, tidak ada ciri-ciri khusus yang terlihat menonjol yang bisa dijadikan sebagai indikator.
Tak salah jika organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI kemudian merekomendasikan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Baik kepada mereka yang sehat dan tidak memiliki gejala, maupun yang merasakan ciri-ciri terpapar Covid-19.
Keberadaan OTG ini tak hanya menjadi perhatian di Indonesia saja, tapi juga di seluruh dunia. Menurut Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, ia mengungkapkan bahwa kelompok OTG bisa menularkan virus yang dibawanya sekitar 4 jam sebelum gejala Covid-29 terlihat.
Mereka ini disebut sebagai asimptomatik, di mana penderita tidak terlihat sakit namun membawa virus di dalam tubuhnya. Setelah menularkan virus yang dibawanya, rata-rata para OTG ini baru akan mengalami gejala Covid-19 dalam waktu 5 hari. Tak heran jika pemerintah kini serius menggalakkan imbauannya terkait pencegahan hal tersebut.
BACA JUGA: Melihat Bahaya Mudik Lebaran di Tengah Wabah Corona yang Kini Dikhawatirkan Pemerintah
Karena terlihat sehat dan seolah tak memiliki sakit apa pun, keberadaan OTG memang patut untuk diwaspadai. Imbauan pemerintah seperti menggunakan masker saat bepergian keluar hingga menjaga jarak antar individu (physical standing), menjadi pencegah utama agar tidak tertular Covid-19.
Doktif alias ‘Dokter Detektif,’ adalah sosok yang viral di media sosial karena ulasannya yang kritis…
Baru-baru ini, Tol Cipularang kembali menjadi sorotan setelah kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan. Insiden…
Netflix terus menghadirkan deretan serial live action yang menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan. Dari…
Selalu ada yang baru di TikTok. Salah satu yang kini sedang nge-trend adalah menari rame-rame…
Siapa bilang memulai bisnis harus dengan modal yang besar? Ternyata, sebuah bisnis bisa dimulai dengan…
Viral sebuah kisah yang membuat hati netizen teriris, ialah seorang perempuan yang rela merawat suaminya…