Trending

Geger Video Produksi Masker Tak Higienis, Catat 3 Hal Ini agar Tak Ketipu Produk Abal-abal

Sejak marak virus Corona, masker menjadi benda paling dicari oleh banyak orang. Walhasil, kelangkaan pun terjadi dan harganya melonjak dengan bar-bar. Tak hanya sampai di situ, baru-baru ini netizen dikagetkan dengan munculnya video dokumentasi pengemasan masker yang jauh dari higienis.

Video yang masih ditelusuri dan dilaporkan ke akun resmi Kepolisian RI tersebut, mempertontonkan bagaimana masker bertebaran dan menumpuk di lantai. Sambil suara pria yang merekam, menjelaskan proses produksi bahwa barangnya nyata. Di antara tumpukan tersebut ada ibu-ibu pekerja yang duduk di atasnya seraya mengumpulkan dan mengemas masker. Bahkan, ada ibu pekerja yang lewat dengan menginjakkan kaki di atas tumpukan masker.

Sangat disayangkan, kondisi tegang dan penuh kecemasan akan wabah penyakit seperti ini seringkali jadi peluang yang dimanfaatkan dengan tidak benar oleh berbagai pihak. Masker adalah benda yang sejak awal produksi hingga akhir penggunaannya dilakukan untuk kebutuhan higienik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kita membeli dan setelah selesai menggunakan masker, supaya meminimalisir celah ambil untung dari oknum tertentu hingga merugikan lebih banyak orang.

Rusak masker setelah selesai menggunakan

Rusak masker [sumber gambar]
Masker pada umumnya dibuang setelah satu kali pakai, sebagian besar dalam kondisi yang terlihat masih bagus. Kalau masker Sobat Boombastis selesai dipakai, ada baiknya digunting atau dirobek. Hal ini untuk menghindari pengambilan dan pengepulan masker bekas untuk ‘dikelola’ kembali seolah seperti baru dan dijual kembali.

Jangan tergiur harga murah

Jangan tergiur harga murah [sumber gambar]
Di saat masker langka atau pun tidak, sebagai pembeli kita tentu akan cari harga yang ekonomis. Sebaiknya, cari harga yang masuk akal. Harga mahal tidak jaminan, terlalu murah pun patut dipertanyakan. Misalnya masker sachet isi 5, standarnya dimulai dari harga IDR 8,500. Jika ada yang menjual masker isi 8 dengan IDR 8,000, ada baiknya pikir seribu kali untuk membeli.

Beli masker di tempat yang meyakinkan

Beli masker di supermarket [sumber gambar]
Selain harga, cara lain membeli masker yang aman adalah memperhatikan di mana kita membeli. Penjaja di jalanan biasanya menawarkan barang yang lebih murah, tapi kualitasnya ya jangan dibandingkan dengan distributor resmi, apotek atau minimarket. Cek juga asal produksinya, karena produsen asli biasanya memiliki alamat gedung atau situs resmi.

BACA JUGA: Mengenal Jenis Masker Standar Dunia untuk Cegah Virus Corona agar Tidak Mudah Tertular

Intinya, telitilah dulu sebelum membeli. Tidak perlu tergesa atau terbawa suasana sehingga kita mengambil keputusan tanpa pikir panjang. Terlanjur bayar mahal tapi dapat barang abal-abal, malah bikin rugi dan tambah kesal, kan?

Share
Published by
Ayu

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago