Di akhir tahun 1800an hingga sekitar tahun 1900an, masyarakat Eropa membangun kebun binatang manusia di kota-kota besar. Beberapa kota yang dimaksud antara lain seperti Paris, Hamburg (Jerman), Antwerp (Belgia), Barcelona (Spanyol), London, Milan, Warsawa (Polandia), St. Louis dan New York. Di sinilah tempat para manusia berkulit hitam dipamerkan dan orang-orang berkulit putih menonton mereka dengan penasaran.
Para orang kulit hitam tersebut diculik dan dipaksa tinggal di balik pagar atau di dalam kandang mirip seperti binatang yang ada di kebun binatang. Banyak diantara mereka yang cepat meninggal, rata-rata hanya satu tahun setelah dikurung. Ribuan orang datang setiap hari hanya untuk menonton orang-orang berkulit hitam yang dikurung layaknya binatang.
Di beberapa tempat, wanita dan anak-anak berkulit hitam dipertontonkan di dalam “kandang” seperti hewan di kebun binatang.
Salah satu atraksi Chicago World Fair di abad ke-19 juga mempertontonkan Java Village. Dalam pameran ini sekelompok orang Jawa dipaksa menari dan melakukan kegiatan keseharian di balik pagar agar jadi tontonan orang kulit putih yang menganggap mereka barbar dan lebih rendah dari masyarakat kulit putih.
Suku asli dari Afrika dan Asia sering kali dikurung dan dipamerkan dalam “habitat alami” buatan. Pameran manusia ini pernah sangat populer dan dipertontonkan dari Paris hingga New York.
Anak-anak juga termasuk diantara orang-orang berkulit hitam yang dikurung di dalam pagar. Inilah foto “Peoples Show” di Brussel, Belgia yang menunjukkan seorang gadis kecil yang ditonton oleh orang-orang berkulit putih.
Saartje adalah seorang wanita Afrika Selatan yang dijadikan pameran di kebun binatang Paris karena karakteristik tubuhnya yang berbeda dari kebanyakan orang Eropa. Ia mendapatkan perlakukan rasis dan direndahkan karena wanita tersebut dipertontonkan tanpa pakaian agar masyarakat.
Ota Benga, pria Pygmy Congo dipaksa berinteraksi dengan simpanse dan kera lainnya. Ia dijadikan tontonan di Kebun Binatang Bronx, New York pada tahun 1906. Pada akhirnya, ia bunuh diri karena tekanan yang dialami.
Seolah tidak puas hanya dengan mempertontonkan mereka, bangsa Eropa juga mengadakan “Pertunjukan Olimpiade Suku Barbar” pada tahun 1904. Para kulit hitam Afrika mengikuti kompetisi memanah di St. Louis sebagai hiburan masyarakat Eropa.
Foto di bawah ini menunjukkan seorang wanita Afrika-Amerika yang buta dan hampir lumpuh total. PT Barnum yang merupakan perusahaan hiburan dan bisnis berbohong pada pengunjung dengan mengatakan bahwa ia adalah mantan perawat Presiden George Washington dan usianya telah mencapai 160 tahun.
Salah satu dari banyak kebun binatang manusia. Orang-orang berkulit hitam dipajang dan dipertontonkan sebagai orang-orang barbar dan dianggap lebih rendah dari orang kulit putih.
Salah satu dari banyak desa negro yang ada di Perancis. Desa ini adalah pertunjukan utama dalam Festival Dunia Paris tahun 1889. Setidaknya 28 juta orang mengunjungi ‘desa’ ini untuk menonton orang-orang kulit hitam yang dianggap rendah dan barbar.
Di St. Petersbug Russia juga ada tempat pameran semacam ini. Mereka menampilkan ‘desa Somalia’ di Luna Park.
Masyarakat suku Pygmy dipaksa menari dalam berbagai pameran untuk menghibur pengunjung kebun binatang di Jerman dan Inggris
Seorang ibu dan anaknya yang ditempatkan dalam sebuah area berpagar sebagai tontonan. ‘Desa Negro’ ini dikenal sangat populer dan bahkan dikunjungi oleh negarawan konservatif seperti Otto von Bismarck.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…