Pernah mendengar penyakit Leprosy tidak? Kalau penyakit lepra atau kusta pernah mendengarnya kan? Yup, penyakit ini termasuk yang mematikan di dunia, bahkan kalau sudah terjadi pandemi bisa susah ditanggulangi sehingga kematian bisa terjadi akibat anggota tubuh tidak berfungsi dengan baik.
Dalam sejarahnya leprosy pernah menyerang Indonesia beberapa kali dan menyebabkan banyak orang meninggal dunia. Akhirnya pemerintah terus berusaha memerangi lepra dengan berbagai cara hingga penderitanya terus menurun. Upaya ini awalnya berhasil sebelum beberapa tahun terakhir penyakit ini kembali muncul dan menginfeksi. Mari mengenal leprosy selengkapnya.
Penyakit yang mematikan ini berasal dari Afrika yang menyebar ke India di milenium ketiga sebelum masehi. Seiring dengan berkembangnya waktu, penyakit ini akhirnya menyebar ke banyak tempat di dunia seperti Mesopotamia hingga ke peradaban lain di Asia dan Amerika. Penyakit ini cepat beradaptasi sehingga mudah sekali berkembang biak di lingkungan barunya.
Ada beberapa gejala yang sering tampak dari para penderita Leprosy. Gejala itu berupa rasa sakit pada kulit selama beberapa hari. Tanpa sebab kulit akan memerah dan memiliki benjolan yang bukan sebuah bisul. Seiring berjalannya waktu bagian kulit akan mengeras dan menyebabkan penderita mulai mengalami kesulitan dalam bergerak.
Ada dua cara penularan dari penyakit mematikan ini, pertama dari hewan seperti armadilo. Apabila manusia menyentuh hewan ini maka bakteri akan menempel pada kulit dan akhirnya menyebar. Selain armadilo, penyebaran juga dilakukan oleh primata yang memiliki kekerabatan dengan manusia seperti simpanse dan kera.
Negara yang banyak diinvasi oleh penyakit ini adalah India di mana penyakit ini mulai menyebar ke seluruh dunia. Selanjutnya negara Amerika Latin seperti Brasil juga kerap mengalami pandemi leprosy. Di Asia Tenggara, Myanmar adalah negara dengan jumlah leprosy terbanyak menyusul kemudian Indonesia.
Penyakit leprosy banyak menimpa negara-negara miskin dan berkembang. Hal ini menyebabkan penanganannya kadang kurang baik. Mirisnya lagi, penyakit ini juga kerap mendapatkan stigma negatif. Seperti halnya HIV/AIDS di mana penderitanya akan dikucilkan padahal mereka tidak akan menularkan begitu saja penyakitnya dengan cepat.
Inilah kengerian dari leprosy atau sering disebut dengan lepra atau kusta. Semoga penanganan penyakit ini bisa ditingkatkan agar kelak Indonesia bisa bebas kusta dan peluang pandemi tidak akan terjadi di masa depan.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…