legenda sinterklas
Selain pohon yang dihiasi dengan lampu warna-warni, Natal kurang lengkap rasanya tanpa adanya kado dan Sinterklas. Makhluk yang berwujud kakek berbaju merah dan suka naik kereta terbang ini telah menjadi bagian dari Natal sejak lama. Anak-anak dari seluruh dunia bahkan selalu berharap agar didatangi Sinterklas dan mendapatkan hadiah yang banyak.
Anyway, legenda mengenai Sinterklas ternyata banyak sekali macamnya. Seperti tujuh legenda yang akan anda baca di bawah ini. Selama puluhan bahkan ratusan tahun, mereka telah menjelma menjadi sesuatu yang penting dan tak bisa dilepaskan dari Natal, sampai kapan pun!
Yule Lads adalah kelompok dari 13 orang yang memiliki tugas untuk ikut merayakan Natal. Berbeda dengan Sinterklas yang selalu memberi hadiah. Yule Lads kadang mencuri bahan makanan yang dimiliki seseorang dan memakannya sampai habis. Dalam beberapa cerita, mereka bahkan kerap membuat kekacauan dari rumah seseorang yang jahat.
Tomte adalah makhluk yang biasanya tinggal di hutan. Mereka suka keluar saat akan Natal untuk memberikan hadiah kepada anak-anak. Biasanya mereka sering mengamati manusia dari jauh. Menyelinap di antara ternak atau melihat dari luar jendela saat salju turun dan mulai menutupi tubuhnya yang sangat renta.
Belsnickel adalah sosok yang dianggap mirip dengan Sinterklas dan hidup di beberapa negara Eropa terutama komunitas-komunitas orang Belanda. Belsnickel digambarkan sebagai orang gunung yang memiliki tubuh tinggi besar. Selain itu mereka suka memakai topeng dan memiliki lidah yang sangat panjang.
Pere Noel adalah seseorang yang digambarkan sesuai dengan Sinterklas. Meski demikian ia tak mengendarai rusa yang terbang dan menarik keretanya. Pere Noel mengendarai seekor keledai dan mengelilingi kota untuk memberikan hadiah kepada anak-anak yang baik
Jika Sinterklas selalu digambarkan sebagai pria tua yang berjanggut. Befana justru seorang penyihir wanita tua yang mengendarai sapunya untuk pergi ke mana saja tempat anak-anak berada. Befana selalu membantu anak-anak yang kesepian dan menjaganya hingga orang tua si anak datang untuk melihatnya.
Ded Moroz dan Snow Maiden adalah sosok yang dipercayai oleh negara-negara Slavik seperti Rusia, Ukraina, hingga Polandia. Dalam mitologi yang dipercaya orang sana, Ded Moroz selalu memberikan hadiah kepada siapa saja anak-anak yang baik. Mereka datang saat Natal hingga tahun baru dari satu rumah ke rumah lainnya.
Christkind memiliki wujud sama seperti cupid, hanya saja ia tak membawa panah. Christkind yang diartikan Christ Child ini suka sekali terbang ke mana-mana untuk memberikan hadiah kepada semua anak yang baik. Legenda ini telah populer di Italia dan Austria sejak tahun 1500-an silam.
Tujuh legenda Sinterklas di atas mungkin agak berbeda dengan Sinterklas yang sudah mainstream di percaya banyak orang. Namun satu hal yang menjadi kesamaan mereka, yaitu suka memberi hadiah kepada anak yang baik.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…