Trending

Larang Bertamu Saat Magrib-Isya, Imbauan Bupati Demak Ini Jadi Perdebatan Netizen

Beberapa waktu lalu, sebuah surat edaran tentang larangan bertamu saat Magrib sampai Isya di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sempat ramai dan menjadi sorotan di media sosial. Surat yang diterbitkan oleh Bupati Demak HM Natsir tersebut, banyak dikomentari oleh netizen dan langsung menjadi sorotan.

Dilansir dari Regional.kompas.com (09/01/2020), tujuan dari Surat Edaran nomor 450/ 1 tahun 2020 itu tertera pada paragraf pertama yang bertujuan untuk melarang aktivitas bertamu saat menjelang Maghrib. Isi dari surat edaran ini juga merupakan tindak lanjut dari gerakan “Maghrib Matikan TV” di wilayah Demak.

Surat edaran imbauan larangan berkunjung saat Magrib [sumber gambar]
Dalam surat edaran itu pula, yang menjadi sasaran adalah para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Demak, seperti jajaran TNI dan Polri, pimpinan ormas, tokoh masyarakat, kepala perangkat daerah, camat, hingga kepala desa. Bukan apa-apa, hal tersebut merupakan salah satu upaya dari pemerintah kepada masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT.

“Agar tidak menerima tamu/kunjungan atau bertamu/berkunjung pada saat menjelang waktu Magrib sampai dengan waktu Isya tiba (pukul 17.00 WIB s.d. 19.00 WIB), agar masyarakat dan keluarga dapat memanfaatkan waktu dengan melakukan aktivitas mengaji/belajar agama atau pengetahuan umum,”, begitu petikan isi dari surat edaran yang dikutip dari News.detik.com (08/01/2020).

Ilustrasi Magrib [sumber gambar]
Perlu diketahui, Surat edaran yang memuat tentang Larangan Bertamu Menjelang Magrib dan Isya itu bersifat imbauan. Hal ini ditegaskan oleh Kabag Humas Pemkab Demak Agung Hidayanto. Terlebih, surat edaran tersebut telah tersebar secara luas di sosial media dan menjadi sorotan berbagai pihak.

Meski bertujuan positif, pro dan kontra atas surat edaran tersebut tetap ada di masyarakat. Salah satunya adalah celoteh para netizen pada akun Twitter @demakhariini yang mengunggah berita tersebut dari laman CNNIndonesia.com (08/01/2020). Akun bernama @Marya70111506 menuliskan, “Sibuk mabok agama sampai lupa caranya bermanusia”. Ada pula akun @titus43685463 yang membalas dengan cuitan “Oh wow..pengalaman dirumah dijadikan aturan kota..mantul dah..#milenialbingits”.

Tangkapan layar pro kontra netizen soal larangan bertamu saat Mahrib [sumber gambar]
Tak hanya dari masyarakat, sejumlah tokoh publik pun ikut angkat suara menanggapi hal tersebut. Salah satunya datang dari Nur Wahid, Wakil Ketua DPRD Demak sekaligus politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar). Itu tidak bagus menurut agama, karena agama justru memerintahkan untuk memperbanyak silaturahim,” ujarnya yang dikutip dari Regional.kompas.com (09/01/2020.

Ungkapan senada juga dirasakan oleh Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama melalui Solahudin Aly, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah. Dirinya mengaku bingung atas isi surat edaran tersebut. “Saya bingung mau komentar apa. Itu larangan tapi isinya imbauan. Kalau melarang, terus apa sanksinya?” ucap Solahudin yang dikutip dari CNNIndonesia.com (08/01/2020).

BACA JUGA: Menilik Polemik Soal Ucapan Salam Semua Agama yang Menjadi Perdebatan

Jika dilihat secara seksama, isi dari surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati Demak HM Natsir itu sebenarnya banyak mengandung hal yang positif. Selain menjadi waktu untuk beribadah, waktu Magrib juga bisa digunakan untuk berkumpul bersama keluarga, juga melepas letih sepulang dari bekerja. Kalau menurutmu gimana Sahabat Boombastis?

Share
Published by
Dany

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago