Luwak yang diekploitasi [Sumber gambar]
Siapa sih yang enggak tau dengan kopi satu ini, selain rasanya yang enak, harga yang mahal, disebut dengan kopi luwak karena memang bijinya merupakan kotoran luwak yang dibersihkan dan diolah oleh para peracik rasa.
Di Indonesia sendiri bahkan kamu sering menjumpai artis yang menjadi bintang iklan kopi ini. Ya, ternyata di balik rasa dan harga ada fakta miris yang kontroversial loh Sahabat Boombastis. Nah, untuk kamu yang sangat mendewakan kopi luwak namun belum tau cerita kelam di baliknya, lebih baik membaca ulasan berikut.
Jika berbicara kopi luwak, sejarah tak bisa melepaskannya dari zaman kolonial Belanda. Budaya minum kopi ketika itu memaksa para kolonial untuk mengambil bibit kopi dari Yaman, kemudian mempekerjakan masyarakat secara paksa untuk menanam dan memanennya. Kopi ini kemudian ditanam di Sumatra dan Jawa yang tanahnya dianggap subur.
Jika kamu bertanya, mengapa kopi yang berbentuk kotoran bisa menjadi nikmat. Jawabannya karena musang kelapa atau luwak benar-benar menyeleksi kopi yang ia makan. Hewan tersebut hanya memilih kopi yang benar-benar matang saja. Biji kopi yang keras dan tidak bisa dicerna membuat ia mengeluarkannya dalam kondisi utuh.
Karena tergoda dengan harga jual yang mahal, banyak orang yang membuka bisnis melalui kopi luwak. Mereka memilih membudidayakan luwak agar memakan dan menghasilkan kopi melalui kotorannya daripada mengambil dari luwak liar. Cara ini dikecam oleh para pecinta satwa karena mengabaikan kesejahteraan hewan. Mereka memaksa luwak memakan kopi sehingga membuat hewan tersebut stress, kurang gizi, bahkan mati.
Seorang pedagang yang mempopulerkan kopi ini bahkan mengaku menyesal jika hal yang ia lakukan ternyata membahayakan makhluk hidup lain. Ia bahkan membuat surat permohonan kepada situs Guardian untuk menghentikan perdagangan yang telah dimulainya pada tahun 1991 ini.
Mengetahui fakta di atas miris dan sedih sekali rasanya. Makhluk hidup yang seharusnya bisa bebas di alam liar harus ditangkap dan dipaksa memakan kopi demi kesenangan manusia. Bayangkan saja, kalau sesuatu yang kita anggap nikmat ternyata diperoleh dengan kekerasan terhadap binatang. Pilihan tetap kembali ke Sahabat Boombastis masing-masing.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…