Categories: Trending

Pilkada Sebentar Lagi, Ini Lonjakan Mengkhawatirkan Pandemi Covid-19 di Indonesia

Roda pilkada di Indonesia terus melaju, seiring dengan lonjakan kasus harian Covid-19 di Indonesia yang makin meroket. Laporan hasil swab test pada tanggal 29 November 2020 saja sudah naik dua kali lipat dibanding saat PSBB sudah agak dilonggarkan beberapa waktu lalu.

Kehidupan masyarakat memang ‘terlihat’ sudah normal. Tapi sebenarnya Covid masih ada dan rekor kasus hariannya semakin meningkat. Liburan panjang dan mulai melonggarnya kewaspadaan masyarakat pada pandemi ini menjadi penyebabnya. Selain itu, pemerintah juga tak henti-henti mendapat masukan untuk menunda Pilkada. Bukan tanpa alasan, namun karena ada beberapa kondisi seperti berikut ini:

Tenaga penyelenggara Pilkada mulai berguguran

Menilik dari data Pandemic Talks, disebutkan kalau sudah banyak penyelenggara dan peserta yang terjangkit Corona. Terhitung sejak bulan Agustus, September dan November 2020, terdapat klaster penyelenggara yang terpapar. Sementara peserta yang merupakan calon kepala daerah, juga tertular dan 3 orang calon lainnya meninggal dunia.

Orang penting dikabarkan positif Covid

Dalam 3 bulan ke belakang, cukup banyak petinggi negara seperti menteri, gubernur dan walikota, hingga orang penting yang dikabarkan terpapar oleh Covid-19. Belakangan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Reza Patria, dinyatakan positif Covid. Sebelumnya, Walikota Bogor, Bima Arya dan Menteri Perhubungan, Budi Karya, juga sempat dinyatakan positif. Bukan hanya tertular, beberapa di antaranya, termasuk sosok penting dari kalangan medis juga gugur, yakni Andrianto Purnawan yang merupakan Ketua Covid PB Ikatan Dokter Indonesia, Andrianto Purnawan.

Kabar faskes kuwalahan di Jawa Timur

Pada tanggal 28 November 2020 lalu, beredar postingan di media sosial tentang kaber faskes di Jawa Timur yang mulai kuwalahan. Banyak RS yang tak sanggup lagi menerima pasien Corona atau yang diduga terpapar virus tersebut. Menanggapi hal ini, Satgas Covid-19 daerah setempat mengatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

Karena persiapan Pilkada bahkan sudah 90%, amat sangat sulit nampaknya bagi pemerintah menarik tuas rem untuk menunda perhelatan tersebut. Namun dengan mengetahui kondisi di atas, jika Sobat Boombastis hendak melakukan pencoblosan, pastikan tetap menerapkan protokol kesehatan. Minimal dengan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Hal tersebut bisa mencegah resiko penularan Covid-19. Karena seperti yang sudah banyak terjadi, mengurus perawatan untuk Corona saat ini bakal sangat rumit. Selain keterbatasan faskes yang tersedia, juga berlomba-lomba dengan waktu karena virus ini cepat sekali mengintervensi imunitas manusia yang menjadi inangnya.

Share
Published by
Orchid

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

7 days ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

1 week ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago