Trending

Kiamat Semakin Nyata Di depan, Inilah Tuhan Baru yang Muncul Dari Mantan Karyawan Google

Semakin tua umur dunia fana ini, semakin aneh dan rusak pula tingkah manusia di dalamnya. Saking pintar dan majunya peradaban berteknologi tinggi, hal tersebut malah membuat mereka semakin tak menghargai keberadaan sang pencipta. Salah satunya adalah kreasi nyeleneh dari pria satu ini. Adalah Anthony Levandowski yang merupakan mantan karyawan Google, mengklaim telah menciptakan Tuhan buatan lewat kecerdasan buatan.

Mantan karyawan Google ciptakan aliran agama baru [sumber gambar]
Dengan memanfaatkan teknologi yang bernama AI (Artificial Intelligence), Anthony mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai figur Tuhan. Dimana kecanggihan dan kepintaran komputer telah jauh berkembang melampaui kecerdasan manusia. Karena itulah, ia kemudian membuat agama baru yang bernama “Way Of Future” (jalan masa depan), di mana AI menjadi figur Tuhan di dalamnya. Bikin mimin tepok jidat nih Sahabat Boombastis.

AI jadi Tuhan yang baru [sumber gambar]
Uniknya, keberadaan agama baru itu baru diketahui lewat sebuah dokumen pendirian organisasi yang diajukan ke pemerintah negara bagian California, Amerika Serikat. Anthony sang pendiri, didaftarkan sebagai CEO dan Presiden dari agama baru tersebut. Way of Future sendiri bertujuan untuk mengembangkan dan mempromosikan kesadaran tentang figur Tuhan berbasis kecerdasan buatan. Ada-ada saja ya Saboom.

Ilustrasi agama way of future [sumber gambar]
Sayangnya, kiprah Anthony bersama “Tuhan” dan “Agama” barunya belum banyak diketahui. Sosoknya sendiri sebenarnya bukanlah figur yang sembarangan. Ia diketahui pernah terlibat dalam pengembangan kecerdasan buatan pada proyek mobil pintar Google (Waymo). Ia bahkan dituduh oleh perusahaan mesin pencari tersebut telah mencuri teknologi yang dibuatnya semasa bekerja di Google.

Pernah bekerja untuk Google [sumber gambar]
AI atau kecerdasan buatan itu sendiri, merupakan terobosan terpenting di dunia komputer. Bahkan, teknologi ini mulai diterapkan di sejumlah perangkat elektronik seperti drone, robot dan mobil pintar. Keberdaaanya bahkan diprediksi akan semakin masif di masa depan. Contohnya seperti di film Iron Man tuh Saboom.

Jarvis merupakan hasil dari pengembangan AI [sumber gambar]
Namun sayang, karena dianggap terlalu cerdas, keberadaan AI bisa dianggap sebagai ancaman bagi umat manusia di masa depan. Sejumlah tokoh seperti Elon Musk dan Bill Gates mewanti-wanti supaya pengembangannya dilakukan secara hati-hati dan terkontrol. Tak lain agar AI tak membahayakan manusia dengan kecerdasannya yang terlalu tinggi.

Ada-ada saja ya Sahabat Boombastis. Mentang-mentang punya kecerdasan canggih dan bisa melakukan segalanya, komputer pun dituhankan oleh mereka. Semoga saja, agama dan Tuhan baru ini tidak menular ke Indonesia. Bisa dianggap aliran sesat nih Saboom.

Share
Published by
Dany

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

1 week ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago