Meskipun belum semaju negara-negara barat, tapi tata sosial kemasyarakatan di Indonesia bisa dibilang adalah yang terbaik di dunia. Hanya di sini kamu bisa melihat kebiasaan seseorang merendahkan dirinya ketika lewat di depan banyak orang yang tengah duduk. Hanya di sini pula kamu akan melihat gerombolan pria bergotong royong bekerja bahu membahu dalam acara sosial.
Baca Juga : Jenis-Jenis Cewek Yang Bikin Kamu Jatuh Miskin Jika Menikahinya
Meskipun begitu nyaman tinggal di tengah masyarakat Indonesia, namun ada pula kebiasaan-kebiasaan yang bikin sebel bahkan merugikan orang lain. Misalnya seperti menutup jalan ketika ada hajatan. Hal ini tentu saja bikin emosi, apalagi jalan memutarnya jauh dan sedang terlambat menuju suatu tempat. Tak hanya ini, masih banyak lagi kebiasaan lain yang bikin emosi. Berikut ulasannya.
Tak ada aturan yang pasti di masyarakat kita soal hajatan. Asal punya uang, sah-sah saja untuk berpesta 7 hari 7 malam sekalipun, meskipun ini tentu akan bikin tetangga bakal super sebel. Ngaku saja kamu pasti marah-marah sendiri ketika mendengar kegaduhan tetangga sebelah rumah yang pasang speaker besar bersusun saat mengadakan hajatan entah menikah atau khitanan.
Parahnya, kadang si empunya acara ini berlebihan hingga memutar musik keras-keras sampai jam 9 malam bahkan lebih. Meskipun kesal setengah mati, kita tidak pernah protes. Kita lebih sering mengalah dengan pergi ke suatu tempat. Bahkan kita makin berdamai dengan mereka ketika hantaran kue atau makan malam datang dari si empunya acara.
Meskipun katanya sudah kekinian, namun kebiasaan-kebiasaan lama tetap dilakukan masyarakat kita. Salah satunya adalah menjemur kasur di depan rumah. Tujuannya sih biar kapuknya bisa empuk dan serangga penggigit atau yang sering disebut ‘tinggi’ itu bisa mati. Namun kebiasaan ini juga ternyata menimbulkan dilema.
Anehnya, kita tak pernah sadar akan hal ini dan terus saja bergulat dengan si kasur tua sampai sore harinya. Lagi-lagi, para tetangga ini akan terkesan mendiamkan. Kalau sudah parah sih mereka hanya akan bilang seperti ini, “Mas debunya bisa disimpan sendiri nggak?”.
Meskipun memelihara unggas adalah kebiasaan orang-orang di desa, namun di perkotaan juga cukup banyak ditemui yang semacam ini. Uniknya, kadang mereka tidak mempedulikan kaidah memelihara hewan yang benar. Seperti dilepaskan begitu saja. Akibatnya, tetangga pun dibuat kesal.
Meskipun sering dibuat kesal oleh kebiasaan tetangga seperti ini, kita umumnya hanya maklum. Bahkan tersenyum senang begitu Idul Fitri kita dikasih opor tetangga yang ayamnya selalu kita usir itu. Namun jarang sekali sih yang seperti ini, umumnya mereka ogah memberi bahkan sebutir telur ayam pun.
Jadi ceritanya kamu tengah terburu-buru pergi ke kantor. Sampai di gang depan ternyata jalannya ditutup gara-gara ada tetangga hajatan. Mau tidak mau harus mutar jalan yang mengakibatkan kamu makin telat dan terancam kena semprot bos. Sangat bisa dimengerti jika satu itu kamu akan mengumpat sampai menyumpahi turun hujan lebat biar acaranya gagal total.
Tak semua orang bisa menutup jalan ketika menggelar hajatan seperti ini. Biasanya hanya orang-orang yang punya uang saja. Bahkan sering sekali pula kedapatan beberapa petugas kepolisian mengamankan jalan. Sebenarnya tidak perlu lah sampai menutup jalan seperti ini. Cukup gunakan seluas yang dibutuhkan saja agar transportasi tetap lancar. Kecuali kalau mau menggelar pesta sepanjang jalan. Baru silahkan tutup jalannya, kalau perlu juga selama sebulan tak masalah.
Berisik memang problem yang dekat sekali dengan masyarakat Indonesia. Selain speaker hajatan yang bikin kaca tetangga bergetar tadi, membangun rumah juga hal yang paling sering terjadi. Namanya juga membangun rumah, tentu sudah barang pasti akan menimbulkan suara gaduh yang bikin kita tak nyaman, susah tidur siang hingga tak bisa berkonsentrasi ketika mengerjakan sesuatu.
Mau bagaimana lagi? Kecuali kita punya rumah singgah yang lain, mungkin bisa sementara waktu mengungsi. Kalau tidak, ya silahkan menikmati ketidaknyamanan ini sampai selesai.
Baca Juga : 5 Kebiasaan Bule yang Bikin Heran Orang Indonesia
Semua orang terganggu pasti pernah mengalami gangguan seperti di atas. Anehnya, masyarakat seolah begitu menyadari hal tersebut dan seringkali tak mempermasalahkannya. Meskipun begitu, seharusnya si pelakunya juga tahu diri dengan juga memikirkan kenyamanan orang lain. Sepertinya butuh juga untuk dibuat aturan mengenai hal-hal di atas, biar hak-hak orang lain tak diciderai.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…