Diktator berbuat kebaikan? Lawakan macam apa ini? Di mana pun juga, diktator pastilah keji, kejam, dan tak berperikemanusiaan. Ya, selama ini anggapannya pasti seperti itu. Namun, kita jangan lupa, bagaimana pun juga mereka adalah manusia biasa, di mana pasti memiliki sisi baik. Dan faktanya, mayoritas diktator paling kejam sepanjang sejarah ternyata punya sisi baik semacam itu.
Misalnya saja Hitler, siapa sih yang tak tahu betapa kejamnya pria satu ini? Namun, siapa sangka meskipun begitu bengis sang diktator ini begitu perhatian soal kesehatan rakyatnya. Misalnya saja melarang tegas peredaran rokok yang bisa bikin rakyatnya sakit. Sekarang, presiden mana yang berani seperti itu? Hampir tidak ada. Harus diakui Hitler punya sisi bagus yang bahkan tidak bisa disamai oleh orang hebat manapun.
Tak hanya Hitler, banyak diktator lain yang juga memiliki sikap-sikap baik. Sayangnya, mungkin lantaran sudah kadung dibenci lantaran kejahatannya, maka kebaikan besar yang dibuat mereka dilupakan begitu saja bahkan tak dianggap.
Lihat gayanya yang petantang-petenteng, siapa yang tidak jengkel? Apalagi dengan berbagai kontroversi yang dibuatnya semasa hidup nyaris membuat Khadafi adalah sosok paling dibenci, setidaknya oleh sebagian besar rakyatnya. Tapi, semua orang lupa kalau sosok satu ini pernah bikin Libya jadi salah satu negara paling makmur di dunia.
Tak cuma soal memberantas rokok, ada satu kebaikan lagi yang dilakukan oleh Hitler semasa hidupnya. Ya, ia adalah sosok yang berjasa mengangkat Jerman menjadi negara hebat. Sebelumnya, Jerman adalah pihak yang kalah dalam Perang Dunia I. Ketika itu Jerman mengalami kekalahan telak, bahkan sampai berhutang berton-ton emas. Tak cuma itu keadaan negara sendiri kacau balau ditambah lagi setidaknya 6 juta orang hidup tanpa pekerjaan.
Terlepas dari pencapaiannya yang sangar, Genghis Khan juga masuk sebagai diktator paling kejam. Dalam ekspansi militernya, mungkin sudah jutaan mati di tangannya. Pandangan buruk tentang Jenghis Khan takkan berubah, apalagi keturunan-keturunannya juga mewarisi kebengisan sang penguasa Mongol. Tapi, meskipun begitu, sosok satu ini pernah menetapkan aturan yang kontradiktif dengan stigma buruk yang lekat padanya.
Tiongkok yang sekarang mungkin tak terkalahkan, tapi dulu mereka lemah. Bahkan negeri tirai bambu ini pernah jadi bulan-bulanan Jepang. Namun, ketika Tiongkok ada di bawah kendali Mao Zedong, negara ini berangsur bangkit dan menjadi bangsa yang sangar.
Nasib Saddam Husein hampir-hampir mirip dengan Muamar Kadhafi. Ya, ia dibenci tapi di satu sisi memberikan kebahagiaan kepada rakyatnya. Misalnya saja dengan memberikan fasilitas kesehatan gratis. Dulu, di masa kepemimpinannya, Saddam mengharamkan pihak rumah sakit untuk menarik biaya kepada para pasien.
Ulasan ini tentu saja tidak bermaksud untuk membela para diktator dengan mengunggul-unggulkan kebaikan yang pernah mereka lakukan. Hanya saja, ini sebagai bukti jika ternyata manusia paling jahat di muka Bumi itu katanya, memiliki sikap baik yang bahkan tak banyak dilakukan orang-orang baik. Namun, sayangnya kebaikan mereka tenggelam dan kalah gara-gara kejahatan edan yang pernah dilakukan.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…