Letusan Big Bang [Sumber gambar]
Siapapun ditanya tentang kiamat niscaya tidak akan bisa memberikan jawaban yang pasti. Ya, karena kehancuran alam semesta ini masih menjadi rahasia meskipun semu orang yakin bahwa hal tersebut akan tiba. Sebagian juga pasti pernah memikirkan bagaimana bentuknya saat bumi beserta isinya hancur berantakan?
Apakah akan sama dengan kejadian-kejadian dan bencana yang telah merusak bumi, hanya saja mungkin kekuatannya berkali lipat lebih besar. Nah, terkait hal ini ternyata para ilmuwan juga memikirkan hal yang sama. Menurut mereka, beginilah kurang lebih bentuk bumi saat kiamat benar-benar terjadi.
Sebelum kita memasuki hal yang mungkin terjadi saat kiamat, lebih baiknya melihat dulu beberapa hal yang menandakan bahwa bumi kita ini sudah tua dan rapuh. Jika kita tilik dari segi ajaran agama, menjamurnya kejahatan, banyaknya kasus yang bertentangan dengan kemanusiaan, serta manusia yang semakin tersesat (keluar koridor kebenaran) sudah bisa ditemukan di mana-mana.
Kita lupakan sejenak Dajjal, Ya’juj Ma’juj, Imam Mahdi, serta sosok Nabi Isa yang akan muncul menjelang kiamat. Kita beralih kepada keadaan alam menjelang dunia berakhir. Hal ini adalah kemungkinan yang paling bisa dirasakan oleh manusia, di mana posisi matahari dikatakan semakin mendekat, sehingga makhluk merasakan panas yang sangat. Hal ini sendiri dijelaskan dalam sebuah hadis Rosulullah SAW yang berbunyi “Manusia pada hari itu tergantung amalnya masing-masing.
Melansir Kompas.com, dalam sebuah studi yang terbit Rabu (25/7/2018) di jurnal Physical Review D, dua ahli astrofsikawan (Sergey Odintsov dan Vasilis Oikonomou) mengatakan bahwa kiamat akan terjadi dengan cara yang sama seperti saat alam semesta terbentuk, yakni dengan ledakan atau Big Bang. Namun, prediksi mereka mengatakan lagi bahwa sebelum semesta benar-benar berakhir, kehidupan di atas muka bumi ini sudah berhenti 30 hingga 60 juta tahun sebelumnya.
Mari sejenak kita merenung dan berandai-andai, jika kiamat terjadi sedangkan kita masih menjadi satu di antara ribuan orang yang hidup, apa yang akan dilakukan? Untuk ukuran bencana seperti tsunami atau gempa saja, kita tak peduli siapapun dan berusaha menyelamatkan diri sendiri, apalagi jika itu kehancuran seluruh semesta bukan? Ketakutan pasti dialami oleh semua orang, masing-masing ingin mempertahankan eksistensinya, bagaimana caranya agar tetap hidup dan bertahan, mencari perlindungan yang paling aman untuk menghindari bumi yang mulai hancur.
Meskipun sudah diprediksi oleh para ilmuwan, dibuatkan film mengenai bagaimana fenomena itu terjadi, tetap tidak ada seorang pun yang tahu persisnya bagaimana proses saat alam semesta hancur. Tugas kita saat ini adalah mempersiapkan diri dan bekal takwa kepada Tuhan, agar kelak bisa ditempatkan di posisi paling nikmat setelah kehidupan dunia berakhir.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…