Perampok bunuh satu keluarga di Medan [image source]
Dunia kriminalitas di Indonesia makin hari makin menjadi saja. Entah krisis moral atau kurangnya lapangan pekerjaan hingga membuat orang nekat merebut harta yang bukan haknya. Jika yang dirampas adalah harta, mungkin masih bisa dicari lagi. Namun, bagaimana jika para perampok tersebut juga menghabisi nyawa korban?Tak hanya satu, tapi seluruh keluarga.
Mungkin kita bakal bertanya-tanya, orang macam apa yang tega membantai seisi rumah hanya demi beberapa nilai harta? Mungkin sulit dipercaya, namun ternyata masih ada manusia durjana tersebut. Dan berikut ini adalah contoh beberapa kasus perampokan keji yang tak hanya merampas harta, namun juga menewaskan satu keluarga.
Malang nian nasib satu keluarga yang bermukim di Pasas I Gang Tengah, Mabar, Medan, Sumut ini. Pasalnya, pada hari Minggu kemarin, rumah mereka disatroni perampok keji. Tak hanya menguras harta benda milik korban, para pelaku juga dengan tega merenggut nyawa seluruh anggota keluarga yang terdiri dari Riyanto, (40) kepala keluarga, Sri Ariyani (35) istri, Naya (13), Gilang (8) dan Sumarni (60) metua Riyanto.
Perampokan sadis juga pernah terjadi di Pulomas, Jakarta Timur. Di mana para pelaku menyatroni rumah mewah milik Dodi Triono, yang merupakan seorang arsitek kaya raya. Pada tanggal 26 Desember 2016 silam, empat orang komplotan perampok tersebut masuk ke rumah Dodi. Dari CCTV rumah, terlihat para pelaku mengumpulkan semua penghuni rumah dan menggiring ke kamar mandi. Tak lama kemudian, Dodi yang baru datang juga dijebloskan dalam kamar mandi yang hanya berukuran 1,5×2 meter tersebut.
Pada tanggal 20 Februari 2011 silam, satu keluarga di Jalan Panglima Sudirman, Probolinggo, Jawa Timur yang terdiri dari empat orang yakni Sri Murni (45), Mama (55), Fredi (28), dan Yuli (23) ditemukan tewas di kediaman mereka. Mayat mereka pertama kali diketahui oleh Jainul, seorang pemuda yang biasanya mengantar barang ke toko kelontong milik korban.
Warga Jalan Sei Padang, Kelurahan PB Selayang, Kecamatan Medan Selayang digegerkan dengan penemuan mayat satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri Yakub Muchtar dan Yati, juga cucu mereka yang berusia 7 tahun, Andika pada hari Jumat, 23 Oktober 2015 silam. Saat pertama ditemukan, kondisi jenazah berada di tempat yang berbeda.
Nasib tak kalah tragis juga menimpa pemilik Toko Besi Banciang di Jalan Gandawijaya, Cimahi, Jawa Barat. Pasangan suami istri Karnadi Unang (59 tahun) dan Ham Ay Keng (57), serta anaknya Rudi Unang (27) ditemukan tak bernyawa di kamar mereka pada 26 Agustus 2010 lalu. Sebelumnya, warga sempat melarikan para korban menuju Rumah Sakit Kawaluyaan, Padalarang.
Itulah lima kasus perampokan yang juga menewaskan satu keluarga. Sangat sadis memang, namun kejahatan tersebut buktinya bisa dilakukan oleh manusia. Hanya karena harta seseorang tega mengotori tangannya dengan darah dan nyawa saudaranya sendiri.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…