Pelecehan seksual dengan menggunakan kain jarik sempat mencuat lantaran dilakukan oleh seorang oknum mahasiswa. Kasus tersebut berbuntut panjang lantaran banyak dari para korban yang kemudian bersuara lantang, karena merasa pernah mengalami pelecehan oleh oknum yang sama.

Kini hal tersebut seolah berulang pada kasus pelecehan berkedok riset soal swinger yang dilakukan seorang pria dengan mengaku sebagai dosen. Padahal, hal tersebut adalah modusnya untuk memuaskan fantasi kotornya. Tak hanya kedua hal di atas yang termasuk kategori penyimpangan, kelainan intim berikut ini juga patut diwaspadai.

Pelaku pedofilia yang menyasar anak-anak kecil sebagai obyeknya

Ilustrasi pedofilia [sumber gambar]
Pedofilia bisa dikategorikan sebagai kelainan mental (tepatnya kelainan seksual), karena menggunakan anak kecil sebagai sasaran pelakunya. Karena tergolong beresiko tinggi, kebanyakan para pedofil ini melakukannya secara sembunyi-sembunyi dengan menyamarkan maksud dan tujuannya secara halus. Mereka bisa juga disebut sebagai predator seks yang mirisnya, seringkali punya peran yang dekat dengan kegiatan anak-anak.

Role Playing fetish dengan menjadikan sosok tertentu sebagai pemuas nafsu

Ilustrasi role playing dengan berfantasi seorang guru [sumber gambar]
Pernah membayangkan berhubungan intim dengan karakter atau profesi tertentu? Jika jawabannya ya, bisa jadi hal tersebut merupakan gejala fetish yang bernama Role Playing. Sederhananya, nafsu pelakunya bisa terpuaskan jika berhubungan intim maupun berfantasi dengan sosok yang diinginkan. Misalnya tokoh anime, perawat, dan lain sebagainya. Hal ini juga didukung oleh banyaknya konten pornografi yang mendukung kategori tersebut.

Perilaku swinger yang kian marak dilakukan

Ilustrasi swinger [sumber gambar]
Swinger atau bertukar pasangan kian marak dilakukan setelah praktik-praktik menyimpang itu banyak terbongkar. Mereka yang melakukan hal semacam ini, biasanya mencari kepuasan dengan cara melihat pasangannya bercinta dengan orang lain. Sementara dirinya sendiri berhubungan intim dengan orang lain yang tak dikenal sebelumnya. Fantasi swinger ini juga dilakukan oleh seseorang yang mengaku sebagai dosen dengan modus penelitian.

Aksi eksibisionisme di tempat umum yang meresahkan

Ilustrasi pelaku eksibisionisme melancarkan aksinya di tempat umum [sumber gambar]
Maraknya pelaku eksibisionisme sempat meresahkan kaum perempuan karena pelakunya seolah tak takut-takut untuk melakukan hal tersebut. Pelaku biasanya merasa senang dan terpuaskan jika memamerkan alat kelaminnya pada orang lain (perempuan). Hal semacam ini sempat ramai beberapa waktu lalu setelah banyak dari kaum hawa yang angkat bicara karena menjadi korbannya.

Menggunakan kain jarik dan benda-benda ‘tak umum’

Salah seorang korban Gilang yang dibungkus kain jarik [sumber gambar]
Kasus yang kini mencuat adalah perilaku Gilang yang kerap membungkus korbannya dengan kain jarik. Aksinya terbilang mulus lantaran hal tersebut dilakukan semata-mata demi riset ilmiah untuk menutupi tujuan aslinya. Tak hanya jarik, ada banyak dari mereka yang menyukai benda-benda tidak umum seperti patung, kaki manusia, hingga pakaian dalam, demi memuaskan penyimpangan yang ada.

BACA JUGA: Heboh Pelecehan di KRL, Kenali Modus Para Pelaku Saat Melakukan Perbuatan Bejadnya

Gejala penyimpangan seperti yang diuraikan di atas merupakan sebuah hal yang kerap terjadi di masyarakat. Beberapa dari kelainan tersebut memang berbahaya karena menyasar targetnya tanpa disadari sebelumnya. Seperti kasus kain jarik dan modus riset swinger yang notabene hanya dijadikan alat untuk memuaskan selera aneh pelakunya. Waspada ya Sahabat Boombastis.