Rumahku istanaku adalah sebuah istilah yang dikenal oleh setiap orang. Pepatah ini untuk menggambarkan bahwa kenyamanan dan keamanan rumah sendiri yang tidak akan tergantikan oleh tempat menapun. Karena itulah, tidak heran jika kebanyakan orang akan melakukan apapun untuk melindungi rumahnya.
Ironisnya, beberapa orang mencoba membuat mereka aman dengan cara memasang jebakan-jebakan mematikan di rumahnya sendiri. Tapi yang lebih gila lagi, beberapa orang justru sengaja membuat jebakan bukan untuk keamanan dirinya, tapi malah untuk melukai orang lain.
Pada April 2008, pemilik apartemen yang disewa Eric Stetz mengatakan bahwa seorang teknisi dari Verizon butuh akses ke ruangannya. Pada hari si teknisi datang, Stetz tidak di rumah sehingga pemilik rumah membiarkan teknisi tersebut masuk. Ketika pintu dibuka, si pemilik apartemen merasa ada yang menahan pintu tersebut. Pemilik apartemen dikejutkan dengan semacam jebakan yang terpasang di pintu saat ia mengintip ke dalam.
Putus memang berat, tapi ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan hanya untuk melampiaskan kemarahan. Salah satunya adalah yang dilakukan Amanda Pollard setelah pacarnya mengusirnya dari rumahnya. Pada 1 Desember 2013, pacarnya menelepon 911 dan meminta bantuan untuk mengusir Pollard. Polisi tiba dan ia setuju untuk pergi dengan tenang. Keesokan harinya Pollard kembali untuk mengambil beberapa barang pribadi. Saat itulah ia mengancam membakar rumah bersama mantan pacarnya sekalian.
Pada pertengahan tahun 2000an, John Houser mengalamai masalah mental. Pada tahun 2008 ia harus dirawat di rumah sakit jiwa selama beberapa kali. Rumahnya telah berubah menjadi reruntuhan dan halamannya penuh rongsokan spare part mobil. Setelah beberapa tahun, rumah tersebut akhirnya ditutup dan Houser diusir.
Pada November 2002, polisi datang ke rumah Louis Dethy, seorang pria berusia 79 tahun di Charlerois, Belgia. Ia ditemukan tewas dengan luka tembak di leher. Polisi mengira ia bunuh diri dan mulai menggeledah rumah. Tapi ketika salah satu detektif membuka sebuah peti kayu, sebuah senapan menembaknya dan hampir saja mengenai dirinya. Saat itulah ia tahu bahwa Louis bukan bunuh diri, setidaknya dengan sengaja.
Salah satu rumah dengan jebakan yang paling mengerikan yang pernah ada adalah milik pembunuh berantai H.H. Holmes di Chicago, Illinois. Pada tahun 1886, Holmes berpura-pura menjadi dokter, mendapatkan pekerjaan di farmasi, dan mengambil alih bisnis tersebut ketika pemiliknya menghilang.
Holmes bahkan menggunakan kastil tempatnya membunuh sebagai hotel pada tahun 1893, dan tamu yang menginap di sana tidak pernah bisa keluar dari rumah tersebut. Ia akhirnya ditangkap atas tuduhan pembunuhan dan dihukum gantung pada 7 Mei 1896. Tidak jelas berapa korban yang tewas di tangan Holmes, tapi diperkirakan mencapai 20-200 orang.
Rumah memang bisa jadi tempat yang selalu paling ingin dilindungi. Tapi memasang jebakan di dalam rumah untuk melukai seseorang adalah tindakan yang mengerikan. Bagaimanapun metodenya, melukai orang lain dengan sengaja adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Apalagi jika sampai menewaskan korbannya. Lagipula, iya kalau jebakan tersebut memang mengenai sasaran yang diinginkan, bagaimana kalau pada akhirnya malah mengenai diri sendiri?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…