Ilmuwan dan peneliti biasanya memang memiliki pola pikiran dan perilaku yang cukup unik serta berbeda dari kebanyakan orang. Namun meski dianggap nyeleneh atau nyentrik, justru dari pemikiran merekalah ilmu pengetahuan bisa berkembang.
Beberapa ilmuwan ini nekat menginfeksi atau membuat dirinya sendiri sakit demi terobosan di bidan kedokteran, tapi ada juga yang memiliki tujuan yang nyeleneh. Namun yang jelas, kenekatan dan kegilaan mereka ini mengguncang dunia.
Dr. Henry Head memiliki jasa besar dalam studi tentang kerusakan sensor syaraf dan bagaimana proses kesembuhannya berjalan. Gilanya lagi, ia menggunakan dirinya sendiri sebagai subjek penelitian. Ia mengiris lengannya, melukai syaraf di tangannya, kemudian melacak proses kesembuhannya dari waktu ke waktu.
John Hunter yang merupakan seorang ahli bedah percaya bahwa Gonorrhea dan Syphilis adalah penyakit yang sama tapi dalam stadium yang berbeda. Untuk membuktikan teorinya, ia menginfeksi dirinya sendiri dengan gonorrhea. Ia membuat irisan kecil di alat kelaminnya dan menetesinya dengan nanah dari pasien gonorrhea.
Sergei adalah ilmuwan Uni Soviet di era Stalin. Ia juga merupakan pencipta mesin jantung dan paru-paru pertama di dunia yang disebut Autojektor. Mesin ini berfungsi untuk melakukan operasi jantung, namun sebelum digunakan, alat ini harus diuji coba apakah bisa benar berfungsi.
Jack Parsons sebenarnya adalah seorang ilmuwan roket yang hebat. Bahkan ia adalah sosok yang membuat teknologi dasar roket yang membawa manusia ke luar angkasa. Namun, ia ternyata juga seorang yang sangat percaya dengan hal-hal mistis. Tahun 1939, ia pindah kepercayaan menjadi anggota Thelema.
Tahun 1954, ahli bedah Vladimir Demikhov mengumumkan terobosannya yang terbaru, anjing berkepala dua. Lewat beberapa penelitian yang mengerikan, Demikhov akhirnya berhasil mencangkok kepala dan empat kaki anjing kecil ke leher anjing yang lebih besar.
Stubbins adalah seorang dokter magang d Philadelphia. Pada tahun 1800an, ia membuat hipotesis bahwa penyakit kuning tidaklah menular dan memutuskan untuk mengujinya pada diri sendiri. Ia pertama meneteskan muntahan pasien ke luka yang terbuka dan bahkan meminumnya.
Haldane adalah seorang ilmuwan biologis yang terkenal dengan kontribusinya yang banyak untuk ilmu pengetahuan. Ia bahkan juga tidak ragu bereksperimen terhadap dirinya sendiri. Untuk mengetahui oksidasi darah, ia pernah meminum Hydrochloric Acid dan memeriksa pengaruhnya terhadap kerja otot.
Bagi kebanyakan orang, penelitian mereka memang terdengar gila dan berisiko. Tapi berkat mereka juga ilmu pengetahuan jadi lebih maju seperti sekarang ini. Memang sih ada juga orang yang melakukan penelitian dengan kejam untuk tujuan yang tidak sepantasnya. Maka akan lebih baik jika penelitian memang diberi batas mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…