in

7 Ikan ‘Monster’ Air Tawar yang Disebut Paling Ganas dan Mematikan di Dunia

Mekong Giant Catfish [Sumber gambar]

Masih ingat dengan temuan ikan Arapaima di salah satu sungai si Sidoarjo serta video dilepasnya hewan ini ke Sungai Brantas? Yap, karena kejadian tersebut banyak masyarakat resah dan ketakutan. Bagaimana tidak, Arapaima Gigas yang merupakan predator air tawar asal Sungai Amazon ini sangat berbahaya jika ada di Indonesia. Bukan hanya menjadi ancaman untuk makhluk air, manusia pun bisa terkena virus darinya.

Tak hanya Arapaima saja ternyata, ada banyak jenis lain yang membuat sahabat semua harus berhati-hati jikalau bertemu ketika sedang berenang dan menyelam di bawah permukaan air. Berikut ini Boombastis akan membahas 7 jenis monster air tawar yang disebut sebagai makhluk ganas nan mematikan.

Lele raksasa Mekong

Mekong Giant Catfish [Sumber gambar]
Mekong Giant Catfish atau lebih dikenal sebagai Lele raksasa Mekong adalah ikan air tawar paling besar di dunia. Ia hidup di sepanjang perairan keruh di Sungai Mekong, Asia Tenggara, melintasi Thailand, Vietnam, Kamboja dan Laos. Jika diteliti dari segi ukuran, Lele raksasa ini bisa tumbuh hingga mencapai panjang 3 meter dan berat 300 Kg. Memiliki tubuh besar dan gigi kuat, lele ini disebut bisa memangsa manusia. Sayangnya, bbc.com melansir bahwa WWF (World Wildlife Fund) dan National Geografic Society menyebut lele Mekong terancam punah. Hal tersebut karena ikan terus ditangkap sehingga jumlah mereka berkurang drastis.

Ikan Candiru (Vandellia cirrhosa)

Ikan Candiru (Vandellia cirrhosa) [Sumber gambar]

Kecil-kecil cabe rawit, mungkin kata itulah yang pantas untuk mendeskripsikan ikan ini. Ukurannya hanya 15 Cm saja, namun namanya disebut sebagai salah satu penghuni air tawar paling ditakuti. Candiru sebenarnya adalah jenis parasit, di mana ia mendapatkan makanan dengan cara mengambil dari insang ikan yang lebih besar di Amazon. Namun, selama beberapa abad terakhir, Candiru  disebut bisa hidup dalam tubuh manusia dengan masuk melalui lubang (anus, saluran kencing, serta vagina). Tubuh yang mereka tinggali akan merasakan efek sakit yang amat sangat. Selain itu, mengeluarkan hewan ini hanya bisa dengan melewati meja operasi.

Ikan Toman, predator agresif asal Indonesia

Ikan Toman [Sumber gambar]
Kalau kamu mengenal Ikan Gabus, maka tampilan Ikan Toman tak jauh berbeda. Dalam bahasa Inggris, ikan ini bisa disebut sebagai Giant Snakehead atau Red Snakehead. Ia masuk dalam family gabus, namun memiliki sifat buas dan agresif. Di Indonesia, Ikan Toman bisa ditemukan di perairan tawar yang tersebar di Jawa, Sumatra, Kalimantan, serta Papua. Ikan Toman ini berkepala besar menyerupai ular, bermulut besar serta bergigi runcing tajam. Untuk ukuran dewasa, panjangnya bisa mencapai 1,5 meter, dengan warna hitam kebiruan serta bagian perut yang putih. Meski memangsa jenis ikan lain, kodok, serta serangga lain, mereka tak segan menyerang manusia.

Pari air tawar raksasa (Himantura chaophraya)

Pari air tawar raksasa (Himantura chaophraya) [Sumber gambar]
Ikan Pari yang kita kenal di Indonesia selama ini adalah hewan yang jinak. Namun, ia bisa menyengat saat merasa dirinya berada dalam ancaman. Sengatan tersebut berasal dari ekornya yang berupa tinta hitam mirip seperti Cumi-cumi. Namun, berbeda dengan yangbiasa kita temukan, ikan pari raksasa air tawar ini diketahui menghuni sungai-sungai di Asia Tenggara dan Australia utara. Pari dewasa panjangnya bisa mencapai hingga 5 meter dengan berat 600 kilogram. Tubuhnya memiliki duri di pangkal ekor sepanjang 28 cm yang mengandung racun mematikan. Namun, meskipun begitu, ia jarang sekali muncul dan terlihat karena sering mengubur diri di sedimen sungai.

Piranha (Pygocentrus nattereri)

Piranha [Sumber gambar]
Dengan pamornya yang sudah dikenal banyak orang, mustahil sekali rasanya kalau tidak memasukkan Piranha dalam daftar ikan berbahaya ini. Kesangaran dan ganasnya sering sekali ditampilkan dalam film-film thriller Hollywood. Masuk dalam jenis hewan karnivora, ia akan melahap berbagai jenis hewan yang ada di sekitarnya. Ikan berbadan kecil ini biasa hidup di sungai-sungai di Amerika Selatan. Nah, yang membuat ia berbahaya adalah gigi tajamnya yang tersusun rapi dalam satu baris, kekuatan gigitannya bisa disamakan dengan kait yang terbuat dari perak. Dengan berkelompok, Piranha mampu mengoyak tubuh mangsa dan habis sekali lahap.

Aligator gar (Atractosteus spatula)

Aligator gar (Atractosteus spatula) [Sumber gambar]
Makhluk sungai yang satu ini tampak seperti perpaduan antara alligator dengan ikan. Hewan yang hidup di Amerika Utara ini memang jarang berburu mangsa, ia hanya menunggu hewan lain lewat dan akan langsung menerkam dengan kekuatan yang sangat cepat. Memiliki mulut yang mirip dengan buaya, bagian paling berbahaya adalah dua  baris gigi yang setara dengan ketajaman belati, ia juga punya skill bertahan hidup yang hebat di darat (hingga 2 jam). Oleh para ahli, Aligator gar masuk dalam fosil berjalan karena mereka merupakan hewan purba yang hidup selama 100 juta tahun. Dengan panjang mencapai 2,5 meter, satu Aligator gar bisa bertahan hingga 50 – 70 tahun di sungai air tawar.

Ikan macan (Hydrocynus vittatus)

Ikan macan (Hydrocynus vittatus) [Sumber gambar]
Ikan berwarna putih, kekuningan, serta sedikit sentuhan warna merah ini hampir sama seperti Piranha. Mereka juga hidup berkelompok dan memiliki gigi tajam untuk membunuh mangsanya. Ikan ini hidup di sungai-sungai besar di Afrika, sebagai predator ganas, bahkan hewan yang tubuhnya lebih besar dari mereka. Berdasarkan jurnal penelitian laporanpenelitian.com, seorang enviromentalis North-West University di Potchefstroom, South Africa, Nico Smit mengatakan bahwa Ikan Macan bisa menangkap burung yang sedang terbang di atas permukaan air. Ruar biyasah bukan Sahabat Boombastis?

Nah, itulah jenis predator air tawar yang tak kalah berbahaya dengan Arapaima yang sempat membuat geger netizen Indonesia. Namun, waspada saja! Walaupun berbahaya, tugas kita bukan memburuh dan menangkap mereka, karena ikan berbahaya sekalipun bisa masuk dalam hewan air yang harus tetap lestari.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Selain SMASH, Ini 8 Boyband yang Pernah Meramaikan Industri Musik Indonesia

Meneladani Kisah Mas Pur, Tukang Ojek di Sitkom TOP yang Selalu Nahas Cintanya