in

Meneladani Kisah Mas Pur, Tukang Ojek di Sitkom TOP yang Selalu Nahas Cintanya

Tragis, Nahas, dan semua kata sedih lain, agaknya sangat pas untuk menggambarkan kisah cinta Furry Setya Raharja alias Mas Pur dengan Novita (Putri Anne) di serial sitkom Tukang Ojek Pengkolan (T.O.P). Kedua insan yang dilarutkan hubungan asmara, hingga bermimpi ke jenjang tertinggi kebahagiaan (Baca:pernikahan) harus kandas lantaran orang lain. Meski diawal si Novita sayang karena kasihan, toh dengan berjalannya waktu benih ketulusan juga muncul.

Namun sayang, dikala bersemi kisah mereka. Sang sutradara TOP memutuskan untuk mengambil alur cerita yang menyedihkan dengan mengakhiri hubungan tersebut. Nama Radit, disebut-sebut menjadi biang keladi kepergian Novita dari Mas Pur yang (agak ) ganteng ini. Seperti yang sudah-sudah sebuah peristiwa cinta tidak hanya meninggalkan rasa sakit saja, sebuah teladan-teladan bernilai baik juga kerap muncul di dalamnya. Begitu juga untuk kisah nahas Mas Pur ini. Bagaimanakah bentuknya? Simak ulasan berikut ini.

Rela berkorban demi kebahagiaan orang lain

https://www.youtube.com/watch?v=7K47ceDNGxI

Dalam perjalanan kisah cinta yang berujung dalam perpisahan tersebut, Mas Pur sangat pas apabila dimasukkan sebagai salah satu kategori lelaki sejati. Meski tidak angkat senjata untuk melindungi sesama, namun pengorbanannya untuk melepas Novita demi kebahagiaannya merupakan sebuah hal besar. Bayangkan saja, datang dengan tujuan ingin melamar dengan berbekal cincin dan rasa yang tulus pastinya malah diputus. Lelaki sekuat apa yang mampu menanggung hal semacam itu. Kendati harus pingsan lantaran sok, tapi pada akhirnya bukan dendam yang diberikan, malah doa baik menjadi penanda kepergian Novita.

Lewat Novita kita belajar apabila tidak ada yang baik dari cinta dipaksakan

https://www.youtube.com/watch?v=9wE58ZCGPTc

Bagi yang tidak mengikuti kisah cinta Mas Pur dengan Novita sejak awal. Pastinya tidak akan tahu bagaimana awal kisah sejoli beda profesi bermula. Dulu sebelum menjadi pasangan yang agak serasi, Novita menerima Mas Pur lantaran kasihan. Hal tersebut terjadi lantaran melihat perjuangan keras tukang ojek dengan motor birunya itu. Ditambah lagi restu orang tua si perempuan juga tak turun. Nah, berkat hal tersebut hubungan mereka berjalan berawal dari keterpaksaan. Tau sendiri kan apabila tidak enaknya dipaksakan, semua serba enggak enak. Dan akhirnya yang berujung tragis, menjadi gambaran apabila keterpaksaan tidaklah enak.

Kisah ini mengajarkan apabila manusia hanya bisa berkehendak tapi tuhan menentukan

https://www.youtube.com/watch?v=0__RklTvLpo

‘Sehebat-hebatnya manusia membuat rencana hanya tuhan yang menentukan’ sebuah pepatah yang memiliki korelasi dengan hubungan Mas Pur dan Novita. Meski hubungan kedua sejoli ini naik dan turun, namun keinginan untuk bersatu dipelaminan pernah di rencanakan. Beberapa kali juga sang tukang ojek disuruh untuk menemui keluarga Novita. Ia atau tidak hal tersebut memiliki tujuan sebagai langkah awal pergi kepelaminan. Namun penolakan demi penolakan selalu dilakukan oleh Mas Pur. Entah apa alasannya, tapi yang pasti kala dirinya sudah menang dengan hati dan pikirannya kedatangan ke Novita malah berujung perpisahan. Kondisi inilah yang mengartikan bahwa segala sesuatu tuhan yang menentukan.

Dari Mas Pur kita belajar sebuah perjuangan

Mas Pur berjuang demi cinta [Sumber Gambar]
Sebelum tertancap luka dengan Novita, kisah Mas Pur diserial ini juga tak kalah mengharukan. Entah apa dosanya, sehingga sutradara selalu meletakan tangis untuk sahabat Tisna dan Ojak ini. Dalam perjalanannya sudah ada 4 wanita yang mengisi hati si Purnomo ini di serial sitkom TOP ini. Seperti yang saya bilang tadi, semuanya harus berakhir dengan tangis. Namun bukan menyerah yang dilakukannya malah berjuang terus untuk mendapatkan pengisi hatinya. Perilakunya yang semacam inilah yang patut untuk kita semua tiru. Terlebih hanya dengan mengusahakanlah takdir atau nasib manusia berubah.

Apa yang dipertonntokan dari kisah Mas Pur memang bukanlah drama cinta epic di muka bumi ini. Tapi cukuplah untuk kita buat pelajaran, apabila restu orang tua dan kehendak tuhan adalah penentu utama dalam hubungan asmara. Seperti pepatah mengatakan apabila ridho orang tua juga merupakan kuasa tuhan. Terlepas dari itu, Purnomo juga menunjukkan apabila dengan perjuangan lah manusia bisa mengubah ceritanya di bumi. Ya, meskipun dari deretan wanita yang ditaksirnya tak ada yang berjodoh.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

7 Ikan ‘Monster’ Air Tawar yang Disebut Paling Ganas dan Mematikan di Dunia

Kartosoewirjo

Kartosoewirjo, Kawan Dekat Soekarno yang Ingin Buat Indonesia Sebagai Negara Khilafah