Kehidupan di bumi yang indah ini tidaklah abadi. Satu persatu keindahan ini akan hilang seiring dengan waktu. Alam dan peradaban manusia pada akhirnya hilang ditelan masa.
Banyak penyebabnya, antara lain bencana alam, dan kebodohan manusia. Daftar pendek ini hanyalah sebagian kecil dari hal-hal yang mungkin akan menghilang dalam waktu yang tak lama lagi.
Ada sekitar 7.000 bahasa di muka bumi saat ini. Tetapi satu persatu bahasa ini akan punah karena tak ada lagi orang yang menggunakannya. Sekitar 90% dari bahasa-bahasa ini hanya memiliki 100.000 pemakai. Menurut Unesco ada sekitar 2.500 bahasa yang terancam punah. Bahkan dalam 100 tahun terakhir, ada 3 bahasa yang punah setiap bulannya. Para ahli memperkirakan bahwa kita akan kehilangan 50-90% pada tahun 2100.
Dengan luas sebesar 2,5 juta hektar, hutan Sumatra memiliki keanekaragaman yang sangat mengagumkan. Di sini, harimau, orang utan, gajah, dan badak hidup dalam sebuah ekosistem. Hutan yang mendapatkan predikat dari Unesco sebagai Situs Warisan Dunia tahun 2004 ini memiliki 100.000 spesies tumbuhan, dan 22 spesies mamalia yang hanya ada di hutan ini.
Kita selalu mengira bahwa data digital akan abadi selamanya dan tak akan pernah rusak. Padahal sebenarnya data-data ini sangat rentan dengan kerusukan. Baik karena terserang virus, atau karena sebab-sebab lain. Menurut boss Google, Vint Cerf, semua yang ada dalam “kehidupan online” kita, mungkin akan hilang selamanya.
Bahkan sebenarnya data digital itu pun mengalami penuaan. Hal ini terbukti dari ditemukannya noise-noise aneh pada data mp3 lama. Bisa jadi video yang Anda buat dahulu dan tersimpan di hard disk atau DVD mengalami kerusakan dan tak bisa diakses lagi.
Ada sekitar 150 juta suku kecil yang hidup di dunia ini. Sebagian hidup berbaur dengan peradaban, sebagian lagi hidup terasing dan jauh dari keramaian. Masing-masing suku memiliki budaya dan keunikannya tersendiri. Menurut data yang ada, banyak sekali dari suku-suku ini yang terancam kepunahan.
Seperti juga bahasa, kematian budaya adalah juga berarti kematian sejarah dan berubahnya dunia. Tradisi, kultur, dan kearifan lokal yang berabad-abad usianya ini akan menghilang, seiring pula dengan melayangnya nyawa-nyawa mereka karena kekerasan.
Jika terjadi perubahan iklim, tempat-tempat yang lebih rendah dari permukaan air seperti Amsterdam atau Venice mungkin akan menghilang. Tapi tahukah anda bahwa China pun mengalami ancaman yang sama.
Jika perubahan iklim terjadi seperti yang diperkirakan, maka dipastikan China akan mengalami kehancuran bersama dengan India. Kedua negara ini saja sudah merupakan 1/3 dari total penduduk dunia!
Semua hal yang diungkapkan pada daftar di atas sebagian besar adalah karena kebodohan manusia. Bencana alam memang tak dapat dihindari, tetapi manusia dengan segala akalnya mungkin bisa sedikit lebih meminimalisir korbannya. Jika kita tidak mempersiapkan diri dari sekarang, dengan mengubah pola hidup dan pandangan kita, maka mungkin saja kita sendiri adalah korban dari kepunahan berikutnya.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…