Beberapa waktu yang lalu Ketua DPR Setya Novanto untuk kesekian kalinya tidak bisa mengikuti pemeriksaan yang akan dilakukan oleh KPK. Dikarenakan kesehatannya yang tidak memungkinkan, akhirnya pemeriksaan harus ditunda beberapa minggu. Alhasil netizen pun berpendapat kalau hal itu hanya alasan untuk mangkir, namun ada pula yang membenarkan keadaan badan ketua DPR itu.
Jika diteliti lebih jauh, keadaan tubuh yang terjadi pada Setya Novanto ini bisa disebut lumayan dadakan. Namun bagaimana lagi, namanya saja kesehatan, mungkin karena tekanan dan lain-lain sehingga membuatnya seperti itu. Namun jika ditengok lebih jauh, saat akan dilakukan pemeriksaan pada terduga, tidak hanya keadaan tubuh yang tiba-tiba memburuk seperti Setnov ini yang sering terjadi, ternyata masih banyak hal dadakan lain yang juga terjadi dan membuat pemeriksaan dibatalkan. Apa saja itu? Simak ulasan berkut.
Salah satu hal yang selalu dadakan saat akan berlangsungnya pemeriksaan pada seorang pejabat yang terduga korupsi adalah sakit. Ya, memang yang namanya kondisi tubuh tidak dapat diprediksi, jadi wajar kalau kadang KPK atau bahkan lembaga peradilan memakluminya.
Tidak kalah dengan sakit, hal dadakan lain yang juga sering terjadi saat akan diadakan pemeriksaan oleh KPK atau kepolisian adalah ibadah. Entah itu sebuah umrah ataupun haji, yang jelas para pejabat yang terduga itu tidak bisa melakukan pemeriksaan atau persidangan.
Hal lain yang ditemui saat akan dilakukan pemeriksaan KPK atau persidangan adalah para terduga itu sedang berada di luar negeri. Kalau seperti ini mau bagaimana lagi? Gak mungkin kah pemeriksaan atau persidangan dilakukan melalui via skype. Yang ada hanya tinggal menunggu mereka kapan kembalinya dan siap diperiksa. Namun tak jarang hal ini dijadikan alasan oleh para terduga untuk mangkir.
Dan hal “dadakan” yang juga sering terjadi saat pemeriksaan atau pun persidangan adalah tugas ataupun alasan tidak jelas. Ya memang umumnya para pejabat yang diperiksa oleh KPK atau kepolisian ini memang adalah seorang yang memiliki jabatan yang tinggi. Oleh sebab itu jika pemanggilan atau persidangan bertepatan dengan jadwal tugas mereka, itu merupakan pilihan yang sulit.
Dan ya, itulah beberapa kejadian dadakan yang selalu menyertai para terduga saat akan menjalani pemeriksaan. Memang bagaimana pun, dalam pemeriksaan atau persidangan juga harus memperhatikan beberapa aspek seperti kesehatan, ada tugas penting atau tidak dan lain-lain. Asalkan memang tidak dibuat-buat, semua bisa ditolelir.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…